Pemkab Sekolahkan Bocah Penjual Gorengan, Hari Pertama Diantar Perwakilan Disdik dan DKBPPPA

SAMPANG – DISKOMINFO

Dua bocah penjual gorengan yang sempat viral yang merupakan warga Teuku Umar Sampang Madura Jawa Timur mulai melanjutkan pendidikan dan mengikuti proses belajar mengajar. Eva Zhuliyanti Sari (11) mengikuti proses belajar mengajar di kelas II SDI Al Karomah jalan Jamaludin Sampang dan Lintang Mahendra Saputra (13) bergabung di kelas 7C SMPN II Sampang

Saat mengawali proses belajar di sekolah masing masing dua bocah tersebut di antar oleh Kabid Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak DKBPPPA Masruhah SE MM, Abdul Rahman Kasi Pembinaan Kelembagaan Disdik, Rahmat Ariyanto Tim P2TP2A senin pagi 20/8
Di SMPN II Sampang Tim yang mengantar Lintang Mahendra Saputra di terima oleh Kepala Sekolah R Hariati Hasiyani sedangkan di SDI Al Karomah tempat Eva Zhuliyanti Sari belajar di terima oleh Siti Hotijah selaku Kepala Sekolah SDI Al Karomah
Saat mengantar kedua bocah itu baik Perwakilan DKBPPPA, Disdik maupun Tim P2TP2A menitipkan kepada kedua Kepala untuk di perlakukan sebagai murid di sekolah tersebut, “Mohon di terima dan di perlakukan sebagai siswa seperti siswa yang lain, kami akan terus memantau perkembangan dari anak tersebut setelah di sekolahkan,”ujar Masruhah SE MM
Sementara Kepala Disdik Sampang H M Jupri Riyadi, S.Pd., SH melalui Kabid Pembinaan SD Disdik Ach Mawardi mengaku mengapresiasi sinergitas lintas sektor yang peduli terhadap masalah ketidak berlanjutan kedua anak tersebut dalam menempuh pendidikan, “Ini bentuk kepedulian dan kehadiran Pemerintah untuk menyelamatkan masa depan maupun hak untuk mendapat pendidikan yang layak, semoga kedua anak itu terus mempunyai semangat untuk menempuh pendidikan,” tandas Achmad Mawardi
Ditambahkan, sebelumnya minggu siang 19/8 Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang menyerahkan seperangkat kebutuhan sekolah bagi kedua anak itu seperti tiga stel seragam lengkap, tas dan seperangkat kebutuhan pendidikan. Ia berharap dengan kepedulian Pemerintah dapat mendorong motivasi bagi kedua anak itu khususnya merubah pola pikir kedua orang tuanya yang selama ini terkesan mengacuhkan masalah pendidikan bagi kedua anak tersebut.