Bupati Sampang Tidak Mencari Kekayaan Untuk Memimpin Kabupaten Sampang, Melaikan Untuk Beribadah dan Membangun Kota Kelahirannya.

Diskominfo – SampangPelaksanaan Musrembang RKPD 2020, kecamatan Kota Sampang Dan Kecamatan Pengarengan mendapat giliran Tgl 20 Feebruari 2019. Acara tersebut Dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Sampang, yang di wakili Oleh Sekda Kab. Sampang, turut hadir dewan dari perwakilan dapil 1  Bpak Iwan dan Bapak Rahmad HidayaH, dihadiri seluruh Stekholder OPD, Forkopimcam, Kepala Desa Para Alim Ulama dan Tokoh Masyarakat.
Sekda Kabupaten Sampang yang Mewakili Bupati Sampang pertama Membuka di Kecamatan Pangarengan dan di lanjutkan di kecamatan Kota Sampang, dalam sambutannya bupati di kecamatan Pangarengan yang di wakili oleh Sekda Kab. Sampang memaparkan  “ kecamatan Pangarengan juga Identik dengan Tambak Garam Maupun Tambak Untuk sumberdaya Perikanan  budidaya. Klau sebelumnya  selama ini masyarakat hanya bisa mengusahakan dalam skala kecil, maka perlu dihadirkan Investor pengelola garam sehingga dapat di jadikan garam Industri.
Di tambahkan oleh Phutut Budisantoso, mengharap sebangai ASN agar bias melaksanakan tugas dengan sebaik baiknya,” karena yang sudah di sampaikan oleh Bupati, melalui Bpk Sekda Saatnya Di lingkungan Pemerintahan ini Bukan sekedar Pembinaan Kepada para ASN dan Dinas yang kurang bagus kinerja kerjanya. “ Bukan Hanyan pembinaan, pembinan terus klau bias binasakan, tegas Bupati Melalui Bapak Sekda Phutut Budisantoso. Pesan sekda kab Sampang “ ayok Kita Bekerja Dengan Ibadah Jangan Main- main Dalam Bekerja”.
“Bapak bupati Dalam memimpin Sampang Bukan Mencari Kekayaan, Melaikan Beliau Memimpin Sampang Untuk  Beribadah”.tuturnya.
Nilai PIK Kecamatan Pangarengan Tahun 2019 sebesar Rp. 1,01 M meningkat menjadi Rp. 1,91 M pada tahun 2020 ( naik hampir 87,79%).

Di pendopo Kecamatan Kota Sampang dalam musrembang RKPD 2020, sebagai ibu kota Kabupaten, Pembangunan Infrastuktur kecamtan sampan relative baik. Namun, pada wilayah tertentu walaupun dekat dengan kota kondisinya masih kurang memadai. Diharapkan, hal ini dapat di tanngani melalui dana PIK atau Usulan teknokratis dari dinas terkait.
Untuk kawasan perkotaan perlu ada kebijakan untuk pembangunan kawasan perumahan dan Permukiman, misalnya untuk jalan lingkungan dengan kontruksi paving K300; untuk jalan dengan lebar lebih dari 2,5 meter menggunakan kontruksi hotmix, sementara untuk daerah tergeanng menggunakan kontruksi rabat beton. Ini harus segera dirumuskan oleh Dinas PUPR, Dinas PRKP dan Bappelitbangda agar tata kota kita menjadi indah.
Nilai PIK Kecamatan Sampang Tahun 2019 sebesar Rp. 2,37 M meningkat menjadi Rp. 4,7 M pada tahun 2020 ( naik hampir 98,22%).(why)