Bupati Sampang Membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Sampang Di Kecamatan Kedundung dan Robatal


DISKOMINFO-SAMPANG,
Musyawarah Perencanaan Pembangunan (MUSRENBANG) RKPD Kabupaten Sampang 2019 dibuka langsung oleh Bupati Sampang H. Selamet Junaidi, di dua Kecamatan, antara lain Kedundung dan Robatal. Acara tersebut juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sampang, Sekda Kabupaten Sampang, Asisten 1, Bapelitbangda Kabupaten Sampang, Pimpinan dan anggota DPRD dapil 2 dan juga dapil 3, Kepala SKPD, Kepala Desa se Kecamatan Kedungdung dan Robatal, PKK, LSM, Wartawan, Asosiasi Profesi, dan lain – lain.
Dalam sambutannya Bupati Sampang H. Selamet Junaidi menerangkan, “Musrenbang di tingkat Kecamatan tidak hanya semata-mata menyepakati dan menyetujui usulan prioritas pembangunan yang diusulkan dari Musrenbang tingkat desa, tapi untuk menghasilkan prioritas masalah dan kegiatan yang menjadi urusan wajib pemerintah Kabupaten, mengingat permasalahan di tingkat desa tiap tahun bertambah baik dari segi infrastruktur dan ekonomi,” tegasnya.
Orang Nomor satu di Kabupaten Sampang ini juga menyampaikan Musrenbang RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2020 yang dilaksanakan 2019 ini mengangkat tema ‘Peningkatan Kontribusi Sektor Unggulan Yang Di Dukung Oleh Kesediaan Infrastruktur Ekonomi Yang Memadai Menuju Sampang Hebat Bermartabat’. “Semua usulan datang dari desa di seleksi di Kecamatan hingga ke Kabupaten. Tidak semua usulan masuk, mengingat kondisi keuangan dalam perencanaan ini menggunakan sistem skala prioritas,” tegas bupati Sampang.
Saat dikonfirmasi di kecamatan Robatal Bupati Sampang juga berpesan jangan sampai Musrembang Kecamatan ini hanya menjadi dagelan atau usulan saja. “Saya berkeinginan ada program lanjutan karena pembangunan Sampang harus bisa dirasakan oleh masyarakat luas, anggaran milyaran rupiah harus juga tersentuh dan bisa dirasakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat di kabupaten Sampang,” tandasnya.
Dalam Rangka Rangkaian 100 hari kerja Bupati Sampang, maka anggaran pagu Indikatif kewilayahan (PIK) tahun 2020 dilakukan peningkatan dari tahun sebelumnya yang sebesar 28 Milyar rupiah menjadi 50 Milyar rupiah. Peningkatan ini untuk lebih memfokuskan pada peningkatkan dan pemerataan pembangunan infrasruktur di desa-desa.(why)