Wakili Jawa Timur, Abdul Rozak Ikuti Proses Fact Finding Seleksi Pemuda Pelopor Tingkat Nasional

SAMPANG – Sebagai tahap lanjutan seleksi pemuda pelopor Tingkat Nasional tahun 2020, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI melaksanakan tinjauan lapangan (Fact Finding) secara virtual calon pemuda pelopor, Kamis (8/10/2020).

Abdul Rozak Pemuda Pelopor yang melaju ke tingkat Nasional mewakili Provinsi Jawa Timur asal Kabupaten Sampang melakukan fact finding dengan ditemani oleh pejabat teras Pemkab Sampang sebagai bentuk dukungan kongkrit.

Ikut hadir mendampingi proses fact finding diantaranya Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Anggota DPRD Sampang Ubaidillah dan Moh. Iqbal Fathoni, Plt. Kepala Disporabudpar Imam Sanusi, Plt. Kadis Kominfo Amrin Hidayat dan Camat Kedungdung.

Founder Yayasan Senyum Desa Abdul Rozak mengambil tema Pemberdayaan Pemuda dan Masyarakat Pedesaan Berlandaskan Pendekatan Sosial Agama dan Budaya Menuju Indonesia yang Mandiri dan Berdaya saat penilaian fact finding.

Rozak mempresentasikan apa yang telah dilakukan selama beberapa tahun silam bersama rekannya di Senyum Desa terkait pengabdian di bidang agama, sosial dan budaya.

Sebagai pendiri dari Yayasan Senyum Desa yang sudah terbentuk sejak 2017 sudah banyak yang dilakukan oleh Rozak diantaranya menggerakkan masyarakat untuk berdakwah tapal batas, melakukan donasi Al Qur’an.

Kemudian melakukan Edukasi PHBS di pelosok-pelosok desa, mendirikan taman baca desa, Cek kesehatan gratis bagi masyarakat kurang mampu dan project akbarnya yakni melestarikan kampung tenggher ghumbak sebagai field trip budaya adat Madura.

Pemuda lulusan Universitas Airlangga tersebut mengajak semua warga merubah mindset atau pola pikir agar membangkitkan semangat gotong royong kembali.

“Pelita masa depan harus kembali menyala tidak harus dari kota tapi harus dibangkitkan dari desa, kita berikan semangat dan motivasi kepada masyarakat untuk perubahan itu,” ujarnya.

Project untuk menghidupkan kembali adat dan budaya Madura yang telah terkikis oleh modernisasi dilakukan olehnya Kampung Tenggher.

Kampung Tenggher menurutnya akan dibranding sebagai wisata adat budaya Madura mulai dari kawasan sekitarnya yang diberi pagar berwarna corak madura dan geografis serta kondisi rumah adatnya.

Tak hanya itu, di Kampung Tengger ditemui juga pelestarian budaya leluhur seperti tradisi gumbek dengan menggunakan alat tradisional seperti lesung dan lainnya.

“Kita optimis bisa menebarkan kemajuan dengan value kemanusiaan persaudaraan dan sinergi antar semua logak dengan memberikan perubahan dari desa untuk Indonesia dan Dunia,” ucap Rozak saat dilakukan fact finding secara virtual dengan Kemenpora.

Ditemui usai mendampingi proses fact finding, Wakik Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat mengatakan jika di bahari memiliki banyak pemuda berbakat.

Terbukti, tidak hanya tahun ini pemuda sampang yang masuk dalam seleksi pemuda pelopor. Bahkan, tahun lalu pemuda sampang berhasil juara dua nasional dalam progam yang digelar Kemenpora tersebut.

”Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita semua. Tahun lalu Musaiyana berhasil juara 2 pemuda pelopor tingkat nasional,” katanya.

Tahun ini jagoan pemuda pelopor Kabupaten Sampang adalah Abdul Rozak yang menjadi delegasi Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk bersaing untuk menjadi pemuda pelopor ditingkat nasional dan diharapkan bisa meraih gelar juara satu.

Menurutnya, pria kelahiran 2 oktober 1997 itu berpotensi untuk menjadi juara pasalnya Zaky bisa menjawab semua pertanyaan tim juri dari kemenpora.

Dengan begitu, pihaknya beharap hadirnya pemuda dapat berkontribusi dalam mewujudkan sampang hebat bermartabat.

”Kita yakin sekali dengan jawaban Mas Zaky bisa juara. Dengan begitu, dapat mengharumkan nama baik Sampang,” pungkasnya. (dhe)