Verifikasi Lapangan Penghargaan APE, Pemkab Sampang Paparkan Implementasi PUG

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan bersama Wakil Ketua TP PKK H. Vanny Abdullah Hidayat dan Kepala Bappelitbangda Sampang Hj. Umi Hanik saat memberikan pemaparan dihadapan tim verifikator Kementerian PPA.

SURABAYA – Pemerintah Kabupaten mengikuti Verifikasi Lapangan Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kabupaten Sampang dalam rangka pemberian Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) oleh Kementerian PPA Republik Indonesia di Surabaya, Jum’at, (19/3/2021).

Turut hadir langsung saat Verifikasi Lapangan yakni Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Wakil Ketua TP PKK Sampang H. Vanny Abdullah Hidayat, Direktur Poltera dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Sampang.

Verifikasi lapangan secara virtual tersebut dilakukan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Asdep PUG Bidang Polkum Darmawan beserta Tim Verifikator.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya secara virtual menyampaikan jika Pengarusutamaan Gender (PUG) merupakan sebuah strategi untuk tercapainya tujuan kesetaraan gender.

Hal tersebut dilakukan dengan maksud agar kaum perempuan disabilitas anak-anak dan lansia mendapatkan peran yang sama dengan laki-laki dan dapat berpartisipasi dalam setiap aspek pembangunan.

Pihaknya menyadari bahwa pembangunan gender di Kabupaten Sampang belum optimal namun akan terus berusaha agar kedepan terus semakin baik.

“Capaian indeks pembangunan gender masih ada pada angka 84,79 hal tersebut menjadikan kabupaten Sampang terus berusaha meningkatkan pembangunan gender,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Sampang telah menerbitkan landasan hukum pelaksanaan Pembangunan Responsif Gender di daerah yakni Perda Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang kemudian diperkuat dengan Peraturan Bupati Sampang Nomor 26 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan PUG.

Saat Verifikasi Lapangan, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan dalam pemaparannya menyatakan jika Pemerintah Daerah terus semangat untuk melakukan upaya Pengarusutamaan Gender.

Kriteria atau syarat untuk mengikuti verifikasi ini meliputi adanya kebijakan serta sumber daya manusia dan tersedianya data alat analisis yang digunakan dan terakhir perhatian masyarakat atau dunia usaha untuk mengurangi kesenjangan pengarusutamaan gender.

Berbagai upaya dilakukan seperti halnya melakukan kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) agar seiring juga akan meningkat Indeks Pembangunan Gender.

Selain itu berbagai inovasi dilakukan Organisasi Perangkat Daerah untuk memberikan pelayanan prioritas untuk Perempuan, Anak dan Lansia serta Kaum Disabilitas.

Seperti halnya Dinas Kesehatan dengan Inovasi Jari Kaki Lima dengan tujuan menjaring Ibu Hamil resiko tinggi dengan tujuan upaya pencegahan penurunan stunting serta Posyandu Lansia

Kemudian Dinas Pendidikan dengan Sekolah ramah anak, Dispendukcapil Karpet Merah dan Balada Cinta serta Fasilitas Disabilitas di beberapa OPD seperti halnya di BKPSDM dan Zona Aman Sekolah.

“Alhamdulillah Verifikasi Lapangan oleh Kementerian PPA berjalan lancar, ada banyak poin nilainya yang tinggi, namun juga ada beberapa hal yang harus kita evaluasi,” ungkapnya.

Dalam dua hari kedepan, pihaknya akan memperbaiki data yang dievaluasi oleh Kementerian PPA agar nantinya harapan bersama untuk meraih Penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) bisa tercapai.

Pria yang akrab disapa Wawan itu mengungkapkan jika Kabupaten Sampang belum pernah meriah Penghargaan APE oleh sebabnya pada momentum ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Mohon doanya, segala komponen telah kita penuhi, Pengarusutamaan Gender di Kabupaten Sampang akan terus dimaksimalkan,” pungkasnya. (dhe)