Upaya Peningkatan PAD Sektor Retribusi Dan Wisata, Harus Ada Tempat Transit Bus Wisata

SAMPANG – DISKOMINFO

Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur sangat membutuh Tempat Transit Bus Wisata. Pasalnya selama ini Kabupaten Sampang hanya dilewati dan menjadi penonton lalu lalangnya para Wisatawan dari arah Bangkalan ke Pamekasan dan Sumenep, demikian juga sebaliknya. Pernyataan itu disampaikan para aktivis Buisness Development Service (BDS) Cabang Sampang kamis 2/1 di Sekretariat BDS jalan Rajawali “Yang paling strategis lokasi transit ini di tengah kota, Monumen atau Terminal Bus dan Angkutan Umum jalan Teuku Umar,”ujar Faisol Muttaqin SH Aktivis BDS Cabang Sampang. Namun Oonk panggilan akrab Faisol Muttaqin warga Perum Permata Selong ini lebih memilih Terminal karena lokasinya lebih luas. Dijelaskan, di lokasi itu Pemkab tinggal merenovasi Kios yang ada dan membangun tempat ibadah serta beberapa unit toilet yang selalu terjaga kebersihannya. Kemudian para UKM yang menempati Kios di wajibkan untuk menjual souvenir, kaos, baju, pernak pernik, Camilan dan mamin khas Madura khususnya Sampang untuk mewujudkan itu Pemkab melalui Dinas terkait memberikan bekal dan Pelatihan ditempat transit Bus Wisata itu perlu petugas yang stanbay guna memberikan brosur Profil Destinasi Wisata di Sampang sekaligus pemandu yang bisa memberikan penjelasan dengan sopan dan ramah dengan menggunakan batik madura atau baju adat.Sementara di dusun Pliyang depan Kantor Dishub perlu ada Pos Pemantau untuk Bus Wisata yang mengarahkan dan mewajibkan Bus Wisata harus transit dilokasi yang disediakan, tentu perlu didukung oleh regulasi yang mendasarinya. Ditambahkan, jika tanah milik PJKA (depan Terminal sekarang) bisa dikondisikan dapat dijadikan Taman dan bangunan khusus ditempati Rumah Makan, Aktivis BDS Cabang Sampang yang lain Elmi Firdaus memperkuat konsep yang disampaikan Faisol Muttaqin SH. Menurutnya Tempat Transit Bus Wisata merupakan salah satu upaya peningkatan PAD dari sektor retribusi dan Pengembangan Wisata. Selain itu sabagai upaya pemberdayaan ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) hingga tercipta pertumbuhan usaha serta peningkatan ekonomi kerakyatan. Diungkapkan, Terminal yang ada sekarang sangat strategis karena dekat dengan lokasi wisata di Perkotaan seperti Rato Ebu Kelurahan Polagan tempat Wisata Religi, ada Gowa Lebar, Pebabaran Trunojoyo, Makam Mantan Gubernur Alm Moh Noer, Masjid Agung, Taman Kota Monumen dan Masjid Duwek Pote. Dekat pula dengan Hotel dan Tempat Penginapan seperti PKPRI, Bahagia, Panglima, Semilir dan Roma Perna. Lokasi kuliner khas Sampang pun mudah di jangkau ada Sate Mufakat, Bebek Songkem, Kaldu Kokot, Rujak cingur maupun Jamu Madura di jalan Pahlawan dan Mutiara serta Sentra Camilan Madura di Kelurahan Banyuanyar.Bahkan Sentra Ranjang Palek yang mempunyai ciri khas Sampang dan berada di sebelah utara Terminal (sekarang) jalan Teuku Umar perlu dihidupkan kembali, agar memancing pengunjung maupun Wisatawan yang ingin melihat kerajinan khas Sampang “Langkah terintegrasi ini perlu di dukung oleh semua pihak khususnya Dinas terkait,”kata Elmi Firdaus yang diamini oleh Makmun Wahyudi SE dan Fahmi Ardyansah. Sementara Ach Muzammil sempat menyinggung kenyamanan dan keamanan pengunjung yang masuk ke area Transit Bus Wisata. Dijelaskan secara Politis jika rencana itu terealisasi akan menjadi Trademark Pemerintahan sekarang, sebab dalam sejarah Kabupaten Sampang memiliki Tempat Transit Bus Wisata dan tetap selalu di kenang. Ditambahkan upaya itu merupakan langkah terintegratif dan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Oleh karenanya Ia berharap sudah saatnya menghilangkan ego sektor guna mewujudkan Kabupaten Sampang yang Hebat dan Bermartabat. (D)