Terenyuh Melihat Kondisi Mbah Hayat, Bupati Usulkan PKH dan RTLH

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi ketika berdialog dengan Mbah Nur Hayat yang diketahui sakit puluhan tahun.

SAMPANG – Di sela kesibukan dengan agenda kerjanya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi kerab secara spontan menyambangi rumah rumah warga dan melakukan interaksi langsung secara lebih dekat.

Seperti yang dilakukan bersama Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo, S.I.K dan Dandim 0828/Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum SE M.Si, Sabtu (02/05/2020) menyambangi warganya yang sakit puluhan tahun di Desa Banjar Tabulu Kecamatan Camplong.

Nenek Nur Hayati (80) yang sudah renta itu diketahui tinggal bersama anaknya di rumah yang masuk dalam kategori kurang layak sehingga mengetuk hati para Forkopimda untuk menyantuninya.

Ketika sampai di lokasi, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengaku terenyuh melihat kondisi bangunan yang sudah tidak layak huni serta kondisi Nenek yang hanya bisa berbaring saja.

Forkopimda Kabupaten Sampang ketika menyambangi kediaman Mbah Nur Hayat.

Menjadi lebih miris kembali dengan kondisinya yang sakit sejak puluhan tahun itu belum mendapatkan bantuan baik PKH maupun BPNT dari Pemerintah Daerah serta Bantuan dari Pemerintah Desa.

Sontak hal itu kemudian yang membuat pria yang akrab disapa dengan Abah Idi itu dengan sigap memerintahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Pemerintah Desa setempat untuk melakukan gerak cepat membantu keluarga Nur Hayati.

“Pak Pj Kades tolong ini segera diajukan untuk mendapatkan bantuan dari Dinsos dan RTLH, seharusnya warga dengan kategori seperti inilah yang berhak mendapatkan bantuan karena kondisinya yang sangat membutuhkan,” ucap H. Slamet Junaidi.

Bahkan dirinya menyampaikan kepada Pj. Kepala Desa Banjar Tabulu jika ada kendala administrasi kependudukan yang bersangkutan untuk mendapatkan bantuan, pihaknya tak segan-segan memerintahkan Dispendukcapil untuk ikut turba juga melakukan upaya jemput bola kepada Lansia yang membutuhkan.

Hal senada disampaikan oleh Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo S.I.K bahwa pihaknya melakukan blusukan itu guna melihat kondisi riil masyarakat yang kurang mampu masih banyak di bawah.

Sehingga dengan itu pihaknya berkomitmen untuk bersinergi bersama Forkopimda hingga ke Pemerintahan paling bawah yakni Desa agar selalu melakukan kontroling kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Ini menjadi bukti jika masih ada masyarakat Sampang yang membutuhkan uluran Pemerintah, kedepan satu persatu akan kita akomodir agar mendapatkan bantuan,” ucapnya.

Pantauan di lapangan, untuk meringankan beban Nenek yang sudah renta itu diberikan bantuan uang tunai dan belasan paket sembako dan kemudian diajukan untuk mendapatkan bantuan Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Usai mengunjungi Nenek Nurhayati, rombongan Forkopimda kemudian mengakhiri blusukan di Bulan Ramadhan itu dengan memberikan santunan kepada Hafidzah Penghafal Al-Qur’an Tunanetra di Desa setempat juga. (dhe)