Terbaik Kedua se Jawa Timur, KPK Apresiasi Laporan MCP Pemkab Sampang

Monitoring dan Supervisi KPK terhadap laporan MCP Pemerintah Kabupaten Sampang.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang bekerjasama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pelaksanaan Monitoring Center for Prevention (Pusat Pemantauan Pencegahan) atau MCP rencana aksi daerah sebagai upaya mewujudkan daerah zero dari tindak pidana korupsi.

Sebagai bentuk merealisasikan hal tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi Wilayah Jawa Timur menggelar koordinasi, monitoring dan supervisi pencegahan korupsi terhadap Pemerintah Kabupaten Sampang, Senin (26/4/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah Jawa Timur Septa Adhi Wibawa, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Asisten, Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK Wilayah Jawa Timur Septa Adhi Wibawa menyampaikan jika kegiatan tersebut rutin digelar untuk memantau sejauh mana tingkat pencegahan korupsi di suatu daerah.

Program KPK dan kegiatan Korsupgah bertujuan untuk mendorong pemerintah daerah dalam penyelenggaraan tata kelola keuangan pemerintah lebih transparan dan akuntabel.

Adapun fokus secara umum terdiri atas Perencanaan dan Penganggaran (e-Planning dan e-Budgeting), Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Pengadaan Barang dan Jasa, Kapabilitas APIP, Manajemen SDM, Dana Desa, Optimalisasi Pendapatan Daerah, Manajemen BMD dan Sektor Strategis.

Untuk Kabupaten Sampang sendiri, diungkap olehnya bahwa nilai MCP sangat baik dengan predikat tertinggi nomor 2 se Jawa Timur dengan nilai 90,2 pada tahun 2020.

Kedatangannya juga memberikan pembinaan terhadap Pemerintah Kabupaten Sampang jika ditemukan kendala di lapangan diberikan berbagai masukan.

“Prinsipnya kedatangan kami melakukan monitoring dan memberikan masukan, bagaimana upaya Pemerintah Daerah dalam melakukan upaya pencegahan korupsi,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan menyampaikan jika kedatangan Satgas KPK dalam rangka pembinaan yang setiap tahun dilakukan sebagai fungsi melakukan koordinasi, monitoring dan supervisi pencegahan korupsi.

“Beliau datang untuk memberikan mengevaluasi report laporan MCP kami, selain itu juga memberikan masukan terhadap apa yang kita lakukan sehingga terhindar dari tindakan yang menimbulkan kerugian negara,” ujarnya.

Sekda menyampaikan bahwa saat ini laporan MCP Pemkab Sampang se Indonesia menempati posisi 21 dan di Jawa Timur menempati posisi kedua oleh sebab itu pihaknya berusaha meningkatkan apa yang telah dicapai.

“Segala hal yang menjadi intervensi KPK dibedah, tadi ada masukan masalah perijinan perumahan, sehebat apapun sistem yang tertata juga harus dibarengi dengan semangat pelaksanaan SDMnya untuk menerangi korupsi,” tutupnya. (dhe)