Status Satpam Pasar Menunggu Hasil Pemeriksaan SWAB PCR

Press release yang digelar Pemkab Sampang kepada awak media.

SAMPANG – Status salah satu warga Kabupaten Sampang yang bekerja sebagai Satpam di Pasar Rongtengah dibenarkan oleh Dinas Kesehatan setempat jika positif dan ada reaktif ketika dilakukan rapid test.

Namun hal itu tidak lantas membuatnya berstatus Positif Covid-19 sebab ada tahapan berikutnya yang dilalui yakni dilakukan pemeriksaan SWAB PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hal itu diungkapkan oleh Plt. Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi ketika melakukan press release kepada para awak media di Pendopo Trunojoyo, Kamis, (30/04/2020).

Menurutnya, setelah dilakukan rapid test menunjukkan ada reaktif positif kemudian pihaknya melakukan langkah selanjutnya untuk dilakukan SWAB PCR di salah satu laboratorium yang telah ditunjuk pemerintah di Surabaya.

“Biasanya SWAB PCR berlangsung 5 sampai 7 hari karena dari 38 Kabupaten se Jawa Timur terpusat di Surabaya, hasil itulah nantinya yang akan menjadi patokan positif negatifnya yang bersangkutan,” ucap Agus Mulyadi.

  1. Namun dirinya berharap dan memohon doa agar hasil SWAB PCR dari Satpam Pasar itu Negatif Covid-19 agar Kabupaten Sampang tetap zona hijau.

Menurutnya, rapid test yang dilakukan merupakan screening bukan diagnosa sehingga jika ada warga yang dinyatakan positif berdasarkan rapid test memerlukan pemeriksaan lebih lanjut melalui SWAB PCR sebagai penentu Positif Covid-19 atau tidak.

Perihal Satpam Pasar itu, dirinya mengungkapkan jika yang bersangkutan sebelumnya melaksanakan akad nikah pada awal bulan sehingga pihaknya dengan cepat melakukan tracing kepada pihak yang berpotensi telah berinteraksi dengannya.

“Kita telah melakukan 106 rapid test dan berupaya agar deteksi dini dilakukan kepada para orang yang berpotensi ke arah sana maupun orang yang tanpa gejala,” ungkapnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika status Satpam Pasar itu sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) walaupun saat ini tengah diisolasi di BLK.

“Jadi seseorang untuk dinyatakan confirm Positif Covid-19 tidak harus melalui PDP terlebih dahulu, kadang juga dari ODP dan juga ada pula Orang Tanpa Gejala (OTG) yang kemudian confirm positif Covid-19,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati H. Slamet Junaidi menegaskan jika tak akan menutup-nutupi data Covid-19 di Kabupaten Sampang sebab hal yang sedemikian diakuinya menjadi resiko besar.

“Jika kita simpan saja kemudian yang bersangkutan dijenguk oleh 10 orang kemudian ternyata positif Covid-19 kan bisa lebih berbahaya, artinya kita membuka informasi seluas-luasnya kepada masyarakat,” ujarnya.

Bahkan, sehari yang lalu dirinya kedatangan tamu para dokter dari Jawa Timur yang datang dengan tiba-tiba melakukan pengecekan penanganan Covid-19 di Sampang mulai dari Rumah Sakitnya kemudian ruang isolasi di BLK.

“Mereka mengapresiasi kesiapan kita, kita harapkan juga kesadaran masyarakat untuk melakukan antisipasi mandiri sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga Kabupaten Sampang yang kita cintai ini,” tutupnya. (dhe)