Sepuluh Tahun Mengungsi, Korban Konflik Sosial Sampang Akhirnya Kembali ke Tanah Kelahiran

Bupati dan Wabup Sampang saat hendak menjemput pengungsi korban konflik sosial.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SIDOARJO – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sampang melakukan penjemputan terhadap mantan pengikut aliran syiah yang berada di Rusunawa Jemundo Sidoarjo, Jum’at (29/4/2022).

Proses penjemputan dipimpin langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi Didampingi Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat, Kapolres Sampang AKBP Arman, S.I.K, Dandim 0828/Sampang Letkol CZI Suprobo Harjo Subroto, Ketua DPRD Sampang Fadol, Kepala Kemenag Sampang Moh. Ersyad, Kepala Bakesbangpol Sampang Anang Djoenaidi, Tim 5 Desa Bluuruan dan Desa Karang Gayam.

Saat melakukan penjemputan, Bupati Sampang bersama Forkopimda terlebih dahulu melakukan Salat Jum’at di area Rusunawa Jemundo.

Pelepasan pemulangan 53 jiwa korban konflik sosial ke Kabupaten Sampang.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Pemulangan mantan pengikut aliran Syiah dilakukan secara bertahap, saat ini tahap pertama dilakukan pemulangan sebanyak 53 jiwa dengan rincian 14 Kartu Keluarga (KK).

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menegaskan jika sudah tidak ada alasan lagi untuk tidak memulangkan warganya yang mengungsi akibat konflik sosial.

“Ini masalah kemanusiaan harus segera kita selesaikan, kita sengaja lakukan di Hari Jum’at semoga mendapat keberkahan dan kelancaran,” ujarnya.

Aba Idi menyampaikan bahwa penyelesaian konflik sosial tersebut tidak terlepas dari jerih payah dan kerja keras seluruh pihak utamanya Forkopimda, ulama dan para tokoh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga meminta Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk segera membangun tempat tinggal para mantan pengikut Syiah sehingga seluruh pengungsi nantinya bisa pulang ke kampung halaman.

Menurutnya, seluruh mantan pengikut aliran Syiah yang saat ini pulang ke kampung halaman telah dibaiat dan kembali ke ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) atau Sunni.

Proses baiat dilakukan dua tahun yang lalu tepatnya di bulan November 2020 yang diikuti 274 jiwa dengan disaksikan oleh tokoh agama dan masyarakat setempat di Pendapa Trunojoyo Sampang. (dhe)

 

 

Search