Sekda Sampang Ajak Keterlibatan Semua Pihak Turunkan Angka Stunting

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten Sampang menyelenggarakan Rembuk Stunting dengan tema strategi konvergensi penanggulangan dan pencegahan stunting di Kabupaten Sampang di Aula Hotel Bahagia, Senin (12/4/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Sekdakab H. Yuliadi Setiawan, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Sampang Ir. Hj. Umi Hanik, Plt. Kepala Dinkes Agus Mulyadi, pimpinan OPD, Camat, Kepala Puskesmas dan Bidan Desa.

Plt. Kepala Dinkes Agus Mulyadi menyampaikan bahwa rembuk stunting diadakan dalam rangka memastikan adanya integrasi dari seluruh pimpinan OPD, serta mengintervensi tingkat penurunan stunting di Kabupaten Sampang.

Penurunan stunting menurutnya telah bergerak di Kabupaten Sampang sejak 4 tahun lalu.

Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Sampang Ir. Hj. Umi Hanik menyampaikan bahwa Kabupaten Sampang memiliki target bebas stunting dan target tersebut menurutnya bisa dibilang sedikit nekat namun harus dilaksanakan.

“Kalau kita targetnya tanggung nanti hasilnya belum tentu maksimal,” ujarnya.

Menurutnya, tugas bersama seluruh pihak yaitu bagaimana menciptakan masyarakat bebas stunting berdasarkan Visi dan Misi Kabupaten Sampang.

Pihaknya menyampaikan jika terdapat beberapa sanitasi kesehatan yang telah tersedia namun banyak yang belum dimanfaatkan secara baik.

Sanitasi sehat juga tidak hanya menjadi urusan Pemerintahan akan tetapi juga menjadi urusan masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan menyampaikan jika perkembangan Lokus Stunting di Kabupaten Sampang perlu mendapat perhatian dari segala sektor.

Berdasarkan hasil analisa situasi prevalensi stunting di Kabupaten Sampang pada tahun 2021 menemukan lokus baru sebanyak 8 desa.

Diantaranya desa lokus lama Desa Disanah, Tlagah, Desa Mandangin dan lokus baru di Desa Torjun, Dharma Camplong, Biker, Bajrasokah untuk dilakukan intervensi baik spesifik maupun gizi sensitif pada tahun 2022.

Pada penilaian Kabupaten Sehat 2021, untuk memperoleh penghargaan Swasti Saba masih berada di Strata Wiwerda hanya 80,1 % desa dan kelurahan ODF dan hanya 2-3 tatanan, untuk mencapai Wistara harus memenuhi 100% desa dan kelurahan ODF dengan 5 tatanan.

“Untuk percepatan Kabupaten sehat diperlukan langkah cepat, tepat, fokus, terpadu dan sinergi antar perangkat daerah dengan instansi/lembaga terkait,” ucapnya.

Salah satu cara untuk mewujudkan hal tersebut yakni dengan melakukan pemberdayaan masyarakat di tingkat kecamatan sehingga perlu dibentuk forum atau fungsi lembaga masyarakat yang ada mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan hingga ke tingkat Desa.

Menurutnya, masalah utama gizi di Kabupaten Sampang adalah asupan makanan, pola asuh, akses pelayanan yang sulit, kesehatan lingkungan dan selain itu juga dipengaruhi tingkat pendidikan dan pengetahuan ibu yang rendah.

“Selain itu ada beberapa faktor lain diantaranya tingkat ekonomi yang masih berada di menengah ke bawah ditambah Pandemi Covid-19 yang menuntut adanya pengurangan aktivitas kegiatan masyarakat yang berdampak pada pendapatan ekonomi,” ungkapnya.

Di akhir, melalui pertemuan tersebut diharapkan tersusun rancangan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting di Kabupaten Sampang untuk memastikan terjadinya integrasi antar Organisasi Perangkat Daerah. (fza/dhe)