Sasar TP PKK, DPKP Provinsi Jawa Timur Sosialisasikan Konsumsi Pangan Bergizi

SAMPANG – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Jawa Timur menggelar Sosialisasi Konsumsi Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tahun 2021, Rabu (31/3/2021) di Pendopo Trunojoyo, Kabupaten Sampang.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh
Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Sampang Hj. Enny Yuliadi Setiawan, DPKP Provinsi Jawa Timur, Narasumber acara dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, DPKP Kabupaten Sampang, dan TP PKK dari tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten Sampang.

​Sosialisasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Kasie Distribusi dan Penganekaragaman DPKP Provinsi Jawa Timur, Jabniko S.E. menyampaikan jika sasaran dari dilaksanakannya acara sosialisasi ini yaitu TP PKK tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan petugas DPKP Kabupaten Sampang.

“Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang B2SA serta kualitas gizi masyarakat melalui pemanfaatan hasil pekarangan dan bahan alam lokal,” ungkapnya.

Acara tersebut diikuti oleh 100 orang peserta yaitu 90 orang PKK Desa, Kecamatan, dan Kabupaten serta 10 orang petugas DPKP Kabupaten Sampang.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi menyambut baik dan berterimakasih kepada DPKP Provinsi Jawa Timur karena telah menyelenggarakan acara edukatif ini.

Berdasarkan hasil observasi lapangan, tingkat konsumsi pangan lokal non beras di Kabupaten Sampang terbilang rendah. Sehingga dapat dikatakan masyarakat masih ketergantungan dengan panganan beras. Karenanya diadakan sosialisasi B2SA dan gelar pangan murah 2021.

“Diharapkan B2SA dapat membawa diversifikasi jenis pangan yang dikonsumsi oleh masyarakat sehingga keseimbangan gizi memadai,” ujarnya.

Hj. Mimin juga menyampaikan bahwa sebagian masyarakat Kabupaten Sampng telah memahami bagaimana porsi makanan yang seimbang dalam artian porsi karbohidrat tidak lebih besar dari lauk yang dikonsumsi.

“Makan itu butuh keseimbangan begitupun dengan hidup kita,” ucapnya.

Hal yang perlu menjadi catatan adalah bagaimana menu B2SA dapat disajikan hingga menjadi suatu kebiasaan. Kemudian, dengan sosialisasi B2SA sampai ke tingkat Desa diharapkan mampu menekan angka stunting di Kabupaten Sampang.

“Terdapat 15 titik di Kabupaten Sampang yang nantinya akan dikunjungi DPKP Provinsi Jawa Timur untuk sosialisasi program B2SA,” pungkasnya. (fza/dhe)