Ribuan Santri dan Masyarakat Hadiri Tabligh Akbar Kebangsaan di Sampang

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi ketika memberikan sambutan.

SAMPANG – Setelah pada sore harinya sukses digelar parade dan pawai bendera merah putih, kegiatan yang ditujukan untuk membangkitkan semangat kebangsaan dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang digelar di Lapangan Wijaya Kusuma, Sabtu (08/02/2020).

Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren dan masyarakat memenuhi Lapangan setelah sholat maghrib demi mengkuti rangkaian Tabligh Akbar yang dihadiri Habib Achmad Al Habsy.

Turut hadir pada Tabligh Akbar diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Kapolres Sampang AKBP Didit BWS, Kasdim 0828/Sampang Mayor Inf. Jupri, Ketua DPRD Sampang Fadol, Ketua PN Sampang Irianto Prijatna Utama, S.H.,M.Hum dan Kepala Kejaksaan Negeri Sampang Maskur, SH., M.H.

Habib Achmad Al Habsy ketika memberikan ceramah agama.

Kapolres Sampang AKBP Didit BWS mengaku sengaja menyelenggarakan kegiatan yang sifatnya memberikan dampak positif khusunya kepada masyarakat di wilayah hukumnya.

Dirinya juga ingin ada sinergi antara Polri dengan TNI maupun Pemerintah dan masyarakat agar bisa bersama-sama turut serta menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kita harus menanamkan nilai ideologi pancasila agar bisa sama-sama mengawal siapapun yang ingin mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan kegiatan ini menjadi momentum yang tepat memelihara nilai itu,” ucapnya.

       Forkopimda tampak kompak ketika usia tabligh akbar.

Terkhusus dengan isu di Kabupaten Sampang, dirinya menyentil dengan banyaknya kasus dan penggunaan narkoba sehingga Didit berkomitmen untuk membabat habis kasus narkoba hingga ke pelosok.

“Kabupaten Sampang menjadi catatan khusus Narkobanya, hal ini juga jika dibiarkan akan menjadi masalah serius bagi generasi muda karena akan dibodohi oleh barang haram itu, kita akan babat habis hal itu,” tukasnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi berpesan kepada masyarakat agar lebih memiliki rasa cinta terhadap NKRI karena walaupun sudah merdeka namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

“Indonesia memang telah merdeka namun masih banyak PR yang menggerogoti bangsa kita seperti halnya narkoba dan penyebaran hoaks di tengah masyarakat,” ujarnya.

Terlebih lagi menurut pria yang merupakan mantan Anggota DPR RI itu Kabupaten yang dipimpinnya menjadi catatan untuk permasalahan peredaran narkobanya.

“Kalau dahulu kita berperang melawan penjajah namun saat ini perang yang sesungguhnya memberantas peredaran narkoba agar bisa menyelamatkan anak cucu kita,” pungkasnya.

Adapun pada kegiatan ini terdapat empat rangkaian diantaranya Ziarah Makam Pahlawan, Parade Kebangsaan dengan membawa bendera merah putih sepanjang 500 meter, Upacara Kebangsaan dan ditutup dengan Tabligh Akbar. (dhe)