Ratusan Tenaga Pendidik PAUD di Sampang Ikuti Seminar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Era 4.0

Foto : Prokopim Pemkab

SAMPANG – Ratusan Tenaga Pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Sampang mengikuti Seminar Pendidikan Karakter Anak Usia Dini di Era 4.0 bertempat di Pendapa Trunojoyo, Rabu (12/1/2022).

Hadir juga pada kesempatan tersebut Bunda PAUD Kabupaten Sampang Hj..Mimin Slamet Junaidi, Kepala Dinas Pendidikan Edi Subinto, Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sampang Hj. Vanny Abdullah Hidayat beserta Anggota, Ketua IGTKI dan Himpaudi beserta para para pengawas dan tenaga pendidik serta perwakilan Penerbit Erlangga.

Foto : Prokopim Pemkab

Ketua Pokja Bunda PAUD Kabupaten Sampang Hj. Vanny Abdullah Hidayat menyampaikan pasca Pokja Bunda PAUD dikukuhkan di Bulan Desember 2021 yang lalu mendapat amanah besar untuk terwujudnya pendidikan yang berkualitas.

Kegiatan Seminar tersebut terselenggaranya berkat kerjasama Pokja Bunda PAUD bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang bersama Penerbit Erlangga.

“Seminar Pendidikan Karakter diharapkan meningkatkan kompetensi dan strategi pendidik, orang tua seiring berkembangnya era digitalisasi 4.0,” ucapnya.

Foto : Prokopim Pemkab

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Edi Subinto menyampaikan bahwa Seminar tersebut menjadi momentum baik bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD di kabupaten Sampang.

Seminar tersebut digelar bertujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan PAUD dan SDM-nya selaras dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati Sampang.

“Pendidikan PAUD memegang peranan penting pembentukan karakter anak-anak. Usia anak yang duduk di bangku PAUD merupakan masa emas untuk menanamkan character building atau pendidikan karakter,” ungkapnya.

Sementara itu, Bunda Paud Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi berpesan kepada para tenaga pendidik menyelaraskan seiring berkembangnya era 4.0 dalam kegiatan belajar mengajar.

Kemajuan teknologi menurutnya akan berdampak positif jika dipergunakan sebagaimana mestinya dan sebaliknya akan berdampak buruk jika kemajuan tersebut tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Pada pendidikan PAUD, anak tidak diperkenankan diberikan materi tentang analisis kritis maupun materi yang membebani pikirannya, ajarkan secara halus baik emosional maupun spiritualnya,” ungkapnya.

Di samping itu, proses pendidikan harus sesuai dengan tahapan pendidikan dan porsi di tiap jenjangnya dengan demikian akan melahirkan SDM yang unggul di masa mendatang. (dhe)