Rangkaian Safari Ramadhan, Bupati Sampang Tarawih Bersama di Masjid Baiatur Ridwan Camplong

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menyampaikan sambutan.

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi kembali melanjutkan Safari Ramadhan di Masjid Baiatur Ridwan Dusun Langgar Sari Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Sabtu (17/4/2021).

Di hari ketiga, kegiatan Safari Ramadhan diawali dengan memberikan santunan kepada anak yatim, kaum dhuafa, guru ngaji dan juga kepada takmir Masjid Baiatur Ridwan dan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Salat Maghrib bersama dan dialog bersama Bupati Sampang bersama masyarakat Camplong dan diakhiri dengan Tarawih bersama.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Dandim 0828/Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum bersama Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, para Staf Ahli dan Kepala Dinas, Forkopimcam Camplong, Kepala Desa, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sampang juga membawa rombongan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah untuk bercengkrama dengan masyarakat di bawah

Amin Arif Tirtana mewakili Takmir Masjid Baiatur Ridwan Camplong mengungkapkan bahwa suatu kehormatan jika masjid yang telah berdiri sejak Tahun 1979 ditempati sebagai lokasi Safari Ramadhan.

“Untuk pertama kalinya masjid ini disinggahi Bupati, alhamdulilah beliau berkenan untuk membantu proses renovasi,” ungkap pria yang juga merupakan Wakil Ketua DPRD Sampang.

Sementara itu, perwakilan masyarakat Abdul Aziz menyampaikan curhatannya terkait intensif guru ngaji agar dilakukan pemerataan dan kenaikan nominal.

“Kami berharap guru ngaji lainnya di Kecamatan Camplong juga terjaring bantuan insentif, syukur-syukur nominalnya bertambah,” ucapnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersyukur jika kegiatan Safari Ramadhan di Tahun 2021 bisa digelar sebab momentum tersebut dijadikan sebagai sarana mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat.

Pihaknya sengaja tidak meniadakan momen Safari Ramadhan karena ingin bertatap muka dengan tokoh agama, tokoh masyarakat di berbagai kecamatan.

“Kami ingin ada masukan dari masyarakat untuk menjadi evaluasi di pemerintahan kami, karena membangun Sampang tak bisa seorang diri,” ujarnya.

Mantan Anggota DPR RI tersebut mengakui jika ada beberapa program yang belum maksimal dijalankan disebabkan di tahun 2020 dan 2021 terjadi recoufusing anggaran.

“Kami dilantik awal 2019 namun postur APBD saat itu sudah dirumuskan, kita bisa bergerak di tahun kedua namun terjadi Pandemi Covid-19, akan tetapi hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami untuk membangun Sampang,” ucapnya.

Pihaknya juga getol membangun komunikasi dengan Pemerintah Pusat maupun Provinsi untuk menggaet anggaran dari beberapa Kementerian karena untuk membangun Kabupaten Sampang tidak bisa jika hanya mengandalkan APBD.

“Komunikasi dengan Kementerian selalu kita lakukan, hal itu semata-mata agar bisa menjaring anggaran sehingga banyak program yang bermanfaat yang masuk ke Kabupaten Sampang,” tambahnya.

Menanggapi keluhan masyarakat, pihaknya menyampaikan bahwa perihal bantuan guru ngaji di Kabupaten Sampang saat ini ada sebanyak 6.000 dengan nominal satu juta setiap tahunnya.

Haji Slamet Junaidi menyampaikan bahwa ingin ada pemerataan sehingga ada wacana untuk menambah menjadi 10.000 guru ngaji walaupun nominalnya masih tetap tidak berubah.

“Kami ingin segala bantuan tepat sasaran dan terjadi pemerataan oleh sebab itu sebelum menaikkan nominalnya kita tambah kuotanya terlebih dahulu agar bisa menjangkau guru ngaji di pelosok, yang pasti kami sesuaikan juga dengan postur APBD kabupaten Sampang,” pungkasnya. (dhe)