Rakor Bersama Kementrian Perdagangan, Wabup Sampang Harapkan Regulasi Pengelolaan SRG Dipermudah

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat saat pertemuan dengan Kementrian Perdagangan terkait teknis SRG.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat menghadiri Pertemuan Teknis Sistem Resi Gudang (SRG) bersama Kepala Daerah se Jawa Timur dan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia di Hotel JW Marriott Surabaya, Rabu (9/6/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga secara daring, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Kementrian Perdagangan Republik Indonesia Widiastuti dan Asisten II Pemerintah Provinsi Jawa Timur Jumadi.

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat menyampaikan bahwa di daerahnya ada 2 Resi Gudang yang telah dibangun diantaranya di Kecamatan Banyuates dan Sokobanah.

Pihaknya telah melakukan survey sebelumnya bersama OPD terkait ke dua lokasi gudang namun keberadaan alat banyak yang berkarat.

Pertemuan Teknis Sistem Resi Gudang (SRG) bersama Kepala Daerah se Jawa Timur dan Kementrian Perdagangan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Resi Gudang tersebut telah dibangun pada tahun 2009 namun ironisnya hingga saat ini tidak pernah digunakan bahkan alat seperti pengering padi sudah rusak sehingga tidak jelas kebermanfaatannya.

Hal tersebut mendorong Pemerintah Daerah dalam kesempatan tersebut meminta Kementrian Perdagangan untuk memfungsikan kembali Resi Gudang yang ada di Sampang.

Walaupun Resi Gudang sudah diserahkan ke Pemerintah Daerah namun menurutnya banyak hal yang menjadi kendala untuk pengelolaan hal itu salah satunya karena banyaknya regulasi yang terlalu rumit

“Ada beberapa hal yang menjadi kendala seperti banyaknya regulasi yang mempersulit untuk menggandeng pihak ketiga, padahal keberadaan Resi Gudang diharapkan bermanfaat untuk masyarakat kecil seperti petani,” ucapnya.

Pihaknya juga menyayangkan di tahun 2009 seluruh Resi Gudang dibangun di daerah Utara karena sebetulnya daerah penghasil padi ada di wilayah selatan Kabupaten Sampang.

“Kami dahulu tidak mengerti mengapa Kementrian meletakkan lokasi Resi Gudang disana apakah berdasarkan pesanan atau seperti apa namun pada pemerintahan saat ini kami berkomitmen tidak ada program yang tidaj bermanfaat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas Kementrian Perdagangan Republik Indonesia Widiastuti menanggapi positif atas masukan dari Pemerintah Daerah.

Sebab dari beberapa masukan yang disampaikan Pemerintah Daerah akan menjadi catatan bagi institusinya agar ada solusi untuk kebermanfaatan Resi Gudang.

Menurutnya Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah harus terus bergandengan tangan saling sinergi agar suatu program salah satunya adanya Resi Gudang bisa membawa manfaat khususnya bagi petani.

Khusus di Sampang, pihaknya menawarkan kepada Pemerintah Daerah agar bekerjasama dengan pihak ketiga yang menjadi mitra Kementerian Perdagangan yang bergerak di bidang pengelolaan gudang.

Sementara itu, saat menyampaikan melalui daring Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menyampaikan harapannya Sistem Resi Gudang dapat berfungsi sesuai peruntukannya untuk kegiatan yang berkaitan dengan penerbitan, pengalihan, penjaminan, dan penyelesaian transaksi resi gudang.

“Di Jateng kemarin ada beberapa SRG yang naik kelas. Di Brebes untuk bawang merah makin aktif dalam hal pembiayaan, di Kudus yang sebelumnya tidak digunakan dan tidak ada pengelola, sekarang sudah ada pengelola, demikian juga di Purworejo,” ucapnya.

Karena hal itu pihaknya ingin daerah lain harus terus didorong juga dan Potensi di Jatim menurutnya tidak kalah dari Jawa Tengah dalam hal komoditas seperti beras, jagung, garam, kopi dan tembakau.

“Gudang-gudang milik pemerintah inilah yang saat ini sedang berusaha ditingkatkan, ini tantangan yang menarik karena dari 23 gudang baru kurang dari seperempatnya yang berfungsi. Kita berharap tahun ini yang sudah difungsikan bisa mencapai dua kali lipat dari sekarang,” pungkasnya. (dhe)