Pertukaran Ekonomi Antar Kecamatan Menjadi Bahasan Musrenbang di Banyuates

    Musrenbang Kecamatan Banyuates.

SAMPANG – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2022 hari keempat digelar di Kecamatan Banyuates, Kamis, (11/2/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Sekdakab Yuliadi Setiawan, Perwakilan DPRD Sampang Dapil IV, para Kepala OPD, Forkopimcam Banyuates, Kepala Desa dan Toga serta Tomas setempat.

Tema Sentral yang dibahas pada dalam Musrenbang di Banyuates itu “Peningkatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dalam mendukung Pemantapan Pemulihan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat”

Camat Banyuates Fajar Sidiq S.STP, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa permasalahan pengelolaan sampah di wilayahnya menjadi hal yang sering disoroti.

“Masalah sampah alhamdulilah ada titik terang karena di 2021 akan dibangun Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di Desa Banyuates,” ungkapnya.

Selain itu, program yang diharapkan yakni penguatan aparatur desa untuk masing-masing Pemerintah Desa di Kecamatan Banyuates.

Perihal rencana pengadaan mobil siaga, Pemerintah Desa di Kecamatan Banyuates menyambut baik yang diharapkan mampu menunjang kinerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Selain itu masih ada 16 desa yang belum memiliki Balai Desa, selama ini masih menggunakan sistem tempat yang digunakan sebagai Balai,” ujarnya.

Di akhir, pihaknya berharap Jalan Penghubung Bringkoning Kedungdung akan segera rampung begitupun Jalan Tambelangan menuju Banyuates.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur berupa jalan poros difokuskan dari wilayah Banyuates menuju Tambelangan serta Bringkoning menuju Kedungdung.

Hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat melakukan perjalanan antar Kecamatan tanpa melewati wilayah Ketapang.

Pembangunan ini juga dilakukan agar roda pertukaran ekonomi dari kedua Kecamatan tersebut semakin mudah terjalin dan meningkatkan taraf perekonomian di Kabupaten Sampang akibat pandemi Covid-19.

“Pembangunan jalan poros dari Banyuates menuju Tambelangan serta Banyuates menuju Kedungdung dilakukan agar tidak perlu melewati Ketapang,” ungkapnya.

H. Slamet Junaidi menjelaskan juga terdapat lima desa yang mengalami kekurangan air bersih, diantaranya daerah Tolang dan seterusnya.

Pemkab Sampang memfokuskan pemerataan air bersih dengan memanfaatkan waduk yang ada di Kecamatan Banyuates. Selain itu, Bupati juga menegaskan agar Camat Banyuates segera menghubungi pihak PDAM dan melakukan perencanaan anggaran biaya.

“Ada lima desa yang sangat kekurangan air bersih, seperti daerah Tolang dan lainnya,” ujarnya.

Dari segi pendidikan, Bupati menjelaskan diperlukan adanya sinergitas antar pemerintah Kecamatan dengan Kepala Desa. Hal tersebut mengenai monitoring sistem pendidikan yang sudah dilaksanakan baik secara langsung maupun online.

Potensi pertanian di wilayah Kecamatan Banyuates membuat Bupati mengarahkan agar Desa-Desa melakukan inovasi dan menggali potensi daerahnya masing-masing.

Sektor pertanian juga berhubungan dengan pembangunan pariwisata. Hal tersebut dikarenakan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Banyuates dapat menjadi tempat wisata.

H. Slamet Junaidi memfokuskan pembangunan sektor wisata di wilayah Desa Batioh dan Nepa yang seringkali disebut Hutan Kera Nepa.

Pemkab Sampang telah lama melakukan monitoring dan kajian mengenai hutan tersebut. Beliau merasa terdapat keunikan dari hutan ini dikarenakan tidak pernah mati. Bupati juga menegaskan agar pemerintah Desa mampu bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan desa yang mandiri.

Terakhir pada segi kesehatan, Bupati menegaskan agar Camat Banyuates mampu bekerjasama dengan Kepala puskesmas untuk melayani masyarakat yang membutuhkan.

Menurutnya, kekurangan tenaga kesehatan pada Kecamatan Banyuates bukanlah hambatan bagi Nakes untuk menolong masyarakat secara langsung.

Pihaknya mewajibkan dokter untuk mendatangi rumah dari orang kurang mampu yang sakit. Untuk itu, Pemkab Sampang telah menyediakan mobil siaga guna menjemput ataupun mengantar mereka yang sakit.

“Kesehatan merupakan prioritas bagi kami, karena itu mari kita secara ikhlas membantu masyarakat yang membutuhkan dan tidak terpaku pada profit oriented,” tutupnya. (fza/dhe)