Percepatan Realisasi Jalan Lintas Selatan Madura Menjadi Atensi Sekdakab Saat Membuka Musrenbang RKPD 2023 Sreseh

Sekdakab H. Yuliadi Setiawan menyampaikan sambutan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Sekretaris Daerah H. Yuliadi Setiyawan membuka Musrenbang RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2023 di Kecamatan Sreseh pada Rabu pagi (2/2/2022) di Kantor Kecamatan Sreseh.

Tema Sentral yang dibahas pada Musrenbang tersebut yakni “Pembangunan infrastruktur untuk mendukung pemantapan pemulihan ekonomi serta peningkatan kualitas dan daya saing sumber daya manusia menuju Sampang Hebat Bermartabat”.

Hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Anggota DPRD Sampang Dapil II Ubaidillah dan Fathurrosi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Jrengik, Pj Kepala Desa, Ketua TP PKK Kecamatan dan Desa, Tokoh Agama serta masyarakat di Kecamatan Sreseh.

Camat Sreseh Arif Purna Hermawan menyampaikan dalam laporannya menginginkan adanya rehabilitasi jalan poros utamanya di sepanjang jalan Noreh sampai dengan Desa Sreseh dengan harapan dapat meningkatkan perekonomian warga setempat.

“Jalan Desa Noreh sampai Desa Sreseh belum tersentuh, diharapkan bisa diperbaiki pada anggaran tahun ini agar para petani bisa memasarkan hasil produknya dengan lebih optimal,” ungkapnya.

Arif juga mengungkapkan harapannya terkait isu strategis lainnya dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat Kecamatan Sreseh agar dapat lebih maksimal khususnya bagi warga Desa Marparan dan Disanah.

“Kami harap pembangunan embung beserta fasilitas penunjang di tiap desa untuk penyediaan air bersih di Desa Marparan dan Disanah dapat terwujud tahun ini, ” lanjutnya.

Disisi lain, Anggot DPRD Sampang Dapil II Ubaidillah menegaskan bahwasanya kendala pembangunan infrastruktur juga terjadi di berbagai wilayah, hal ini dikarenakan keadaan pandemi Covid-19 yang menimpa dunia.

“Kita menyadari betul, terhambatnya pembangunan infrastruktur terjadi bukan karena faktor manajerial pemerintah daerah, namun memang keadaan pandemi yang membuat sejumlah anggaran daerah secara nasional menyusut untuk difokuskan pada kebutuhan penangan covid-19, ” ungkapnya.

Ia mengharapkan kedepannya pandemi dapat terkendali sehingga peningkatan anggaran terjadi dan pembangunan infrastruktur secara merata dapat terealisasi di Kabupaten Sampang.

“Meskipun sudah mulai ada varian baru omicron, semoga pandemi dapat terkendali sehingga terjadi peningkatan anggaran dan pembangunan disegala sektor dapat terwujud karena selama ini pemerintah daerah hanya bisa mengikuti pengajuan-pengajuan plafon saja, ” tambahnya.

Meski demikian, Ubaidillah berharap bila terdapat dana transfer daerah untuk Kabupaten Sampang agar dapat diprioritaskan untuk jalan proros sreseh.

“Kami minta kepada Sekretaris Daerah dan PUPR bila memang ada dana transfer daerah, tolong diprioritaskan jalan sreseh, ” tegasnya.

Sementara itu, Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiyawan mengakui bahwasanya pandemi covid-19 memberikan pengaruh pada terhambatnya pembangunan di Kabupaten Sampang, sehingga Musrenbang ini dilakukan agar dapat menyaring prioritas pembangunan di Kabupaten Sampang.

“Covid ini memberikan pengaruh yang luar biasa pada keuangan daerah, oleh karena itu Musrenbang ini dilakukan untuk menarik aspirasi-aspirasi di setiap desa dan kecamatan agar kemudian menjadi pertimbangan prioritas-prioritas pembangunan di Kabupaten Sampang. Kita tajamkan kemudian sinkronkan dengan apa yang telah direncanakan,”ungkapnya.

Menjawab tentang ketersedian air bersih di Kecamatan Sreseh, Hj. Wawan mengungkapkan bahwasanya perjanjian telah dilakukan Pemkab Sampang dengan Kabupaten Bangkalan.

“Terkait penyediaan air bersih kita telah melakukan MoU dengan Pemkab Bangkalan, kita tunggu saja semoga segera teralisasi, ” jawabnya.

Disisi yang berbeda ia juga mengungkapkan bahwasanya saat ini pembangunan Jalan Lintas Selatan Madura (JLSM) yang dulunya dikenal sebagai srepang saat ini sedang diperjuangkan agar pembangunannya dapat diakselerasi.

“Bupati Sampang saat ini di Jakarta sedang berjuang bagaimana bisa membangun Sreseh melalui Jalan Lintas Selatan Madura,” ungkapnya.

Perubahan nama dari Srepang menjadi JLSM dilakukan karena dampak pembangunannya akan berdampak bagi kemajuan Madura secara keseluruhan.

“Perubahan nama ini dilakukan karena dampak pembangunan JLSM ini nantinya akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Sampang bahkan seluruh Madura bukan hanya Sreseh dan Pangarengan saja, ” ungkapnya.

Ia menuturkan bahwa Pembangunan JLSM ini telah berhasil mendapatkan dukungan dari tiga Bupati lainnya di Madura yakni Kabupaten Bangkalan, Pamekasan dan Sumenep.

“Bupati Sampang berhasil mendapatkan dukungan dari 3 Bupati Madura lainnya, mereka telah menandatangani surat persetujuan yang kemudian diserahkan ke Presiden, ” ungkapnya.

Saat ini pembangunan JLSM masuk dalam pembangunan nasional yang telah diatur dalam Peraturan Presiden No. 80 Tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik – Bangkalan – Mojokerto – Surabaya – Sidoarjo – Lamongan, Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan dan pembebasan lahannya telah rampung dilakukan oleh Pemkab Sampang.

“Alhamdulillah sudah berhasil masuk di Perpres No.80 dan Pembebasan lahannya sudah selesai Pemkab lakukan di tahun 2020, itu bentuk keseriusan Pemkab Sampang. Saat ini JLSM jadi program nasional sehingga penentunya ada di pusat dan kita sudah membuktikan keseriusan kita, tinggal berdoa saja semoga pembangunannya cepat terealisasi,” tutupnya. (Rosa/deaz)