Pemkab Sampang Gelar Santunan Anak Yatim, Dibarengi Dengan Penyerahan Santunan Jaminan BPJS Ketenagakerjaan

Penyerahan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi menyerahkan Santunan Kepada 500 Anak Yatim di Pendopo Trunojoyo, Kamis (16/8/2021).

Kegiatan rutin yang digelar setiap bulan menerapkan protokol kesehatan dan hanya perwakilan yang mengikuti seremonial penyerahan di Pendapa Trunojoyo.

Salah satu anak yatim menerima santunan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Selanjutnya, prosesi penyerahan kepada anak yatim dilakukan di masing-masing kecamatan dengan tetap mematuhi prokes sebab saat ini masih dalam situasi Pandemi Covid-19.

Sementara itu, anggaran yang digelontorkan berasal dari dua sumber aliran dana yakni pertama dari kantong pribadi Bupati Sampang dan kedua dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Sampang.

Ketua TP PKK Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Daerah dalam rangka memberikan perhatian khusus kepada anak yatim yang berada di Kabupaten Sampang.

“Harapannya semoga terpancar doa positif dari para anak yatim agar Kabupaten Sampang terhindar dari Bencana dan dalam kepemimpinan Bapak Bupati bersama Wabup bisa mewujudkan Visi Hebat Bermartabat,” ucap Haji Mimin Slamet Junaidi.

Selain itu, pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan klaim manfaat oleh Kepala Kantor Cabang wilayah Madura BPJS Ketenagakerjaan Vinca Meitasari kepada Ahli Waris Alm. Hendra Agus Susanto PKPRI Trunojoyo.

Santunan tersebut diantaranya Jaminan Kematian 42 juta kemudian Jaminan Hari Tua 772 ribu dan Jaminan Pensiun 411 ribu.

“Almarhum Hendra baru beberapa bulan mengikuti BPJS Ketenagakerjaan, namun tetap kita berikan santunan,” ungkap Kepala Kantor Cabang wilayah Madura BPJS Ketenagakerjaan Vinca Meitasari.

Jumlah anak yatim yang disantuni pada kali ini diantaranya dari Kecamatan Sampang Kota 84 anak yatim, Kecamatan Torjun 21 anak yatim, Kecamatan Sreseh 26 anak yatim dan Kecamatan Camplong 26 anak yatim, Kecamatan Omben 38 anak yatim, Kecamatan Kedungdung 48 anak yatim, Kecamatan Jrengik 20 anak yatim, Kecamatan Tambelangan 36 anak yatim, Kecamatan Banyuates 53 anak yatim, Kecamatan Robatal 29 anak yatim.

Selanjutnya Kecamatan Sokobanah 34 anak yatim, Kecamatan Ketapang 39 anak yatim, Kecamatan Pangarengan 16 orang dan Kecamatan Pangarengan 30 orang dengan total 500 anak yatim. (dhe)