Pemkab Sampang Gelar Rakor Persiapan Vaksinasi dan Penegakan Prokes

Rapat Kordinasi persiapan vaksinasi dan penegakan prokes.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Gugus Tugas Covid-19 melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dan Persiapan Vaksinasi dan Penegakan Protokol Kesehatan Covid-19 di Aula Mini Pemkab Sampang, Selasa (12/1/2021).

Rakor tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Wakapolres Sampang, Kasdim 0828/Sampang, Kasi Intel Kejari Sampang, Perwakilan PN Sampang, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Sampang.

Kepala Satpol PP Kabupaten Sampang Suryanto menyampaikan jika pihaknya selama ini telah melakukan upaya operasi yustisi secara masif hingga ke tingkat kecamatan.

Namun hal itu masih perlu dukungan seluruh pihak agar pelaksanaan sidang di tempat bisa berjalan dengan maksimal sehingga tujuan edukasi kepada masyarakat bisa tercapai.

Di tempat yang sama, Wakapolres Sampang Rizky Tri Putra E.A.W SIK MH memberi masukan agar mengajak influencer di Kota Bahari untuk mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan.

Sementara itu, untuk mempermudah pelaksanaan sidang di tempat, pihaknya bersama Kasi Intel Kejari Sampang dan Satpol PP Kabupaten Sampang akan menggelar operasi yustisi yang pelaksanaan sidangnya digelar secara virtual.

Di tempat yang sama, Plt. Kepala Dinkes Sampang Agus Mulyadi menyampaikan jika jadwal vaksinasi di Kabupaten Sampang masih menunggu dari Provinsi Jawa Timur.

Adapun sasaran utama yang akan dilakukan vaksinasi adalah tenaga kesehatan dan pejabat publik dengan total sebanyak 2.512 vaksin nantinya.

“Kita sudah berkomitmen bersama seluruh organisasi profesi mulai dari IDI, PPNI dan lainnya untuk mensukseskan vaksinasi,” ungkapnya.

Komitmen bersama Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sampang bersama TNI Polri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan menyampaikan jika tren kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir cenderung naik.

Beberapa hal yang menjadi penyebab naiknya kasus Covid-19 di Kabupaten Sampang yakni kurang kesadaran dari masyarakat akan bahayanya virus yang datang dari Wuhan sehingga belum sadar akan protokol kesehatan.

“Kurang sadar dan masih dianggap enteng seperti halnya penggunaan masker, kota akan galakkan terus operasi yustisi lebih masif,” ucapnya.

Bahkan pihaknya tak segan-segan akan melakukan operasi yustisi juga ke beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar para Aparatur Sipil Negara bisa menjadi contoh baik bagi masyarakat.

“Kedepan minimarket yang berkerumun termasuk OPD akan kita datangi, tujuan operasi yustisi tidak lain untuk meningkatkan tingkat kesadaran mematuhi protokol kesehatan,” pesannya.

Adapun denda yang akan dikenakan bagi pelanggar prokes terbagi dua yakni untuk ASN minimal sebesar 50 ribu dan masyarakat minimal 25 ribu.

H. Yuliadi Setiawan juga berpesan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan kabar hoax bahaya vaksin seperti yang banyak yang beredar di sosial media.

“Vaksin sinovac tidak berbahaya, besok Pak Jokowi yang pertama akan divaksin selanjutnya bertahap di tingkat Provinsi dan Kabupaten,” ungkapnya.

Di akhir, pihaknya berharap agar masyarakat terus mematuhi protokol kesehatan seperti halnya memakai masker, menghindari kerumunan dan selalu mencuci tangan agar supaya angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sampang bisa ditekan. (dhe)