Pantai Lon Malang Sampang Diinisiasi Sebagai Kawasan Wisata dan Industri Kreatif Halal Madura

Peresmian Halal Center oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin.
(Foto : Prokopim Pemkab)

BANGKALAN – Pantai Lon Malang yang berada di Desa Bira Tengah, Kecamatan Sokobanah kabupaten Sampang termasuk salah satu dari Inisiasi pengembangan Kawasan Industri Pariwisata Halal yang telah diimplementasikan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

Untuk mendukung hal tersebut diresmikan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center Universitas Trunojoyo Madura oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Kamis (13/1/2021).

“Jumlah penelitian mengenai pariwisata telah banyak dilakukan oleh pusat  penelitian pariwisata UTM, salah satu dari penelitian pariwisata tersebut telah ditindaklanjuti dengan  menginisiasi penyusunan Grand Design Pantai Lon Malang sebagai kawasan wisata halal,” ungkap Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M. Si.

Integrasi paket kunjungan wisata di pulau Madura menurutnya harus dikembangkan secara kolektif sebagai daya tarik daerah kunjungan wisata bahkan bisa disinergikan dengan daerah kabupaten lainnya.

Pria kelahiran Kabupaten Sampang tersebut menyampaikan bahwa Pengembangan Kawasan Wisata dan Industri Kreatif Halal Madura dilakukan dalam upaya membidik Potensi pendapatan sebesar 700 Milyar per tahun.

“Universitas Trunojoyo Madura mendirikan LPH Halal Center sebagai penanda bentuk kesiapan Madura menjadi kawasan industri halal untuk percepatan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Selain kawasan wisata halal Lon Malang, UTM juga menginisiasi pengembangan kawasan industri halal yang telah dimplementasikan oleh UTM lainnya di antaranya, kawasan industri halal produ olahan garam, kawasan industri halal produk olahan daging sapi, kawasan industri halal produk olahan rempah (jamu) Madura, olahan jagung serta Indonesia Islamic Science Park (IISP).

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat saat menghadiri peresmian Halal Center.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat mengapresiasi keberadaan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) Halal Center Universitas Trunojoyo Madura yang telah diresmikan oleh Wapres KH Ma’ruf Amin.

Pulau Madura yang mayoritas beragama muslim perlu adanya kajian strategis pengembangan industri halal dan didukung oleh Pemerintah Daerah.

“Kami mengapresiasi keberadaan pusat penelitian dan inovasi UTM yang tujuannya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tingkat kemiskinan yang ada di Madura dan berupaya memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan bahwa peran akademisi diperlukan untuk suatu terobosan dan inovasi sebab membangun Pulau Madura perlu bergandengan tangan dari berbagai pihak.

“Kami sepakat bahwa Integrasi paket kunjungan wisata di pulau Madura harus dikembangkan secara kolektif,” ucap Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat.

Sementara itu, Wapres KH. Ma’ruf Amin menyatakan bahwa hal itu merupakan wujud komitmen pemerintah terhadap upaya Percepatan Pembangunan Halal Lifestyle di Jawa Timur, selain itu juga merupakan upaya mewujudkan Halal Lifestyle Nasional.

Wapres Ma’ruf Amin menambahkan, bahwa di Jatim sendiri telah berdiri satu Kawasan Industri Halal yang berada di Kab. Sidoarjo. Bahkan, Kab. Gresik saat ini sedang menyiapkan hal yang sama.

Atas kesiapan tersebut, Wapres KH. Ma’ruf  Amin mengaku optimis bahwa Jawa Timur nantinya bisa menjadi Kawasan Industri Halal (KIH) terbesar di Indonesia.

“Saya menyambut baik atas usulan agar di Madura juga ada area yang  ditetapkan sebagai Kawasan Industri Halal. Dengan kesiapan tersebut, artinya Jawa Timur ada tiga KIH. Berarti Jatim akan menjadi kawasan Produk Halal terbesar di Indonesia nantinya,” pungkasnya. (dhe)