Musrenbangcam Jrengik Resmi Dibuka Bupati Sampang

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi secara resmi membuka Musrenbang di Kecamatan Jrengik.

SAMPANG – Kamis (13/02/2020) digelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kabupaten Sampang Tahun 2021 di tingkat Kecamatan Jrengik.

Tema Sentral yang dibahas pada dalam Musrenbang di Sampang itu Penguatan Kontribusi Sektor Unggulan dalam Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi menuju Sampang Hebat Bermartabat.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Perwakilan DPRD Sampang Dapil II, para Kepala OPD, Forkopimcam Jrengik, Kepala Desa dan Toga serta Tomas setempat.

Sebelum dimulainya kegiatan, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Sampang H. Slamet Junaidi memberikan santunan kepada belasan anak yatim.

Camat Jrengik H. Marnilam menyampaikan jika di wilayahnya belum memiliki Pasar Kecamatan namun yang ada saat ini hanya sebatas pasar Desa sehingga perlu adanya pembangunan itu untuk menunjang perekonomian.

“Di Jrengik belum ada pasar, saat ini yang beroperasi merupakan Pasar Desa dan itupun hanya dua hari sekitar tiga jam, ini merupakan usulan masyarakat,” ucapnya.

Bupati dan Wabup Sampang memberikan santunan kepada anak yatim di sela musrenbang.

Dalam sambutannya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan jika pihaknya ingin mengetahui usulan langsung dari desa yang ada di Jrengik.

Dirinya hadir ingin mendengar langsung keluhan dan kebutuhan yang menjadi problematika di masyarakat agar perencanaan pada tahun depan lebih baik.

“Kita tidak ingin membuat program yang akal-akalan, usulan dari bawah harus diteruskan, jangan sampai Musrenbang hanya digelar secara seremonial,” tegasnya.

Terkait dengan usulan pasar, dirinya langsung bergerak cepat dengan memerintah Disperindag untuk mengusulkan kepada Kementrian berkaitan dengan Pembangunan Pasar.

“Sangat miris jika Jrengik yang merupakan gerbang Sampang tidak mempunyai pasar, rest area juga di Tahun 2020 harus mulai dilakukan perencanaan sehingga akan berdampak kepada masyarakat sekitar jika sudah dibangun nantinya karena akan banyak pengendara dari luar yang sekedar beristirahat,” tambahnya.

Lebih lanjut, dirinya mengimbau juga agar membuat program yang bermanfaat dan sesuai dengan RPJMD yang telah disusun oleh Kepala Daerah sebelumnya.

“Buat program jangan aneh-aneh, dana hibah jika kiranya outputnya tak jelas lebih baik dicarikan dari sumber dana lain seperti usulan ke Kementerian agar APBD Sampang yang kurus bisa dimaksimalkan ke program yang bermanfaat,” tutupnya. (dhe)