Musrenbang RKPD 2022, Kecamatan Jrengik Dicanangkan Swasembada Pangan

Musrenbang RKPD 2022 di Kecamatan Jrengik.

SAMPANG – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2022 kembali dilanjutkan digelar di Kecamatan Jrengik, Selasa, (16/2/2021).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Perwakilan Anggota DPRD Sampang Dapil II, para Kepala OPD, Forkopimcam Jrengik Kepala Desa dan Toga serta Tomas setempat.

Tema Sentral yang dibahas pada dalam Musrenbang di Jrengik itu “Peningkatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dalam mendukung Pemantapan Pemulihan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat”.

Camat Jrengik Sunarto, SE, MM menyampaikan bahwa permasalahan terbaru saat ini yang menghantui wilayahnya yakni banjir saat terjadi curah hujan yang tinggi.

Diungkapkan juga bahwa potensi dari sektor pertanian yang ada di Kecamatan Jrengik melimpah hasil panennya. Kemudian potensi pengrajin Batik di Desa Kotah belum maksimal dalam pemasarannya.

“Program yang diusulkan di Tahun 2022 akan kita filter, kita cari berdasarkan skala prioritas kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan bahwa Pemkab Sampang berupaya untuk mendapatkan dana diluar APBD guna keberlangsungan proyek jalan poros di Kecamatan Jrengik mengingat adanya recoufusing anggaran akibat pandemi Covid-19.

Pembangunan infrastruktur ini juga bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan roda perekonomian.

“Jrengik kita harapkan bisa melakukan swasembada pangan karena hasil pertanian yang melimpah, Kita fokuskan pembangunan infrastruktur utamanya jalan poros untuk menunjang sektor perekonomian,” ungkapnya.

H. Slamet Junaidi menambahkan bahwa Pemkab Sampang akan memilih program kerja yang menjadi skala prioritas dalam pembangunannya.

Pada sektor pertanian, adanya kelangkaan pupuk yang masih menjadi permasalahan. Akan tetapi, terdapat fenomena penyelundupan pupuk subsidi yang tertangkap di daerah Blora.

Karenanya, Bupati menghimbau agar seluruh toga dan tomas Kecamatan Jrengik bersinergi untuk menyelidiki sebab terjadinya kelangkaan tersebut.

Beliau juga menegaskan kepada Kepala Dinas Pertanian untuk melakukan monitoring dalam penjualan pupuk. Untuk itu, apabila terdapat penyelundupan kembali maka Bupati tidak segan memberi hukuman pada yang bersangkutan.

“Saya tidak mau mendengar adanya kelangkaan pupuk kembali dan pelaku penyelundupan layak mendapat hukuman,” ujarnya.

Pada sektor perekonomian, Bupati meminta agar masyarakat Kecamatan Jrengik dapat mengembangkan potensi yang ada mulai dari pengrajin batik dan UMKM. Beliau berharap agar UMKM terus maju dan tidak mengalami keterpurukan.

Bupati Sampang menyampaikan bahwa terdapat ikon baru di Kecamatan Jrengik yaitu Puskesmas. Beliau menegaskan kepada Dinas Kesehatan agar meningkatkan pula pelayanan kesehatan pada wilayah tersebut.

Keberlangsungan program jemput bola dalam pelayanan kesehatan harus terus berjalan.

“Masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan terutama mereka yang fakir miskin dan membutuhkan pertolongan harus langsung dibantu,” tutupnya. (fza/dhe)