Monev Program Kotaku, Pemkab Sampang Apresiasi Desa Jelgung Sebagai Percontohan Nasional

Monev Program Kotaku di Desa Jelgung Kecamatan Robatal.
Foto : Diskominfo Sampang

SAMPANG – Tim Evaluasi Bappelitbangda Kabupaten Sampang berkunjung ke Desa Jelgung dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Pokja dan PKB Dusun Jelgung penerima Program Kotaku, Jum’at (18/3/2022).

Program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh) merupakan Program Kementerian PUPR yang dilakukan melalui pembangunan sistem terpadu untuk penanganan permukiman kumuh, dimana pemerintah daerah memimpin dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan dalam perencanaan maupun implementasinya, serta mengedepankan partisipasi masyarakat.

Program yang memiliki tujuan membangun dan mengurangi kawasan kumuh ini telah berhasil membangun jalan paving sepanjang 636 meter, drainase 525 meter, sumur resapan 8 unit, pembuangan sampah Sementara sebanyak 6 unit dan gerobak sampah 2 unit di Desa Jelgung.

Camat Robatal Ahmad Firdausi mengungkapkan rasa terimakasihnya atas perhatiannya terhadap Dusun Jelgung melalui program ini.

“Kami berterimakasih atas adanya kotaku yang diberikan ke Desa Jelgung ini sangat bermanfaat, yang awalnya Kota Kecamatan kami di Desa Jelgung ini kotor sekarang menjadi bersih, ” ujarnya.

Menurutnya program ini berdampak besar bagi perkembangan daerahnya, infrastruktur yang dibangun memberikan dampak pada Kesejahteraan masyarakat setempat.

“Dengan adanya pembangunan kotaku membuat pertukaran ekonomi lebih lancar, di Desa ini awalnya sulit sekali dilewati kendaraan karena infrastruktur jalannya kurang memadahi sehingga pertukaran ekonomi terhambat, ” tandasnya.

Ia menyampaikan bahwa sebelumnya di Desa Jelgung belum ada penerangan jalan yang memadai sehingga aktivitas masyarakat terhambat pada malam hari.

“Dari segi jalan dan lampu juga sangat terbantu, dulu pedagang di desa kami ini berjualan dengan membawa lilin karena gelap, ” tambahnya.

“Disini juga kalau curah hujan tinggi sering terjadi banjir, setelah dibangun sumur resapan dan drainase sudah tidak ada lagi banjir,” lanjutnya.

“Semoga kita semua dapat senantiasa menjaga dan merawat apa yang telah kita dapatkan sehingga manfaatnya dapat terus kita rasakan, ” tutupnya.

Sementara itu, Kabid Perencanaan Prasarana Wilayah Bappelitbangda Sampang Evi Hariati mengapresiasi pengelola Kotaku Desa Jelgung KPP Mulia Bersama yang telah mengelola hasil dari program ini dengan baik sehingga mendapatkan perhatian dari Pemerintah Pusat.

“Kotaku di Desa Jelgung ini diapresiasi oleh pusat, dijadikan contoh yang ditunjukkan oleh pusat KPP pengelolanya berjalan dg baik, saya salut dan terimakasih atas dedikasinya, ” pujinya.

Meski demikian, perempuan yang akrab disapa Evi tersebut menyampaikan KPP Mulia Bersama masih perlu meningkatkan kinerja sejumlah aspek yang berkaitan dengan administrasi kegiatan.

“Secara umum KPP Mulia Bersama ini sudah sangat baik, secara fisik juga sangat baik, hanya saja kelengkapan administrasi kegiatan perlu diperbaiki seperti dokumentasi, notulen, berita acara, laporan hasil monitoring,” ujarnya.

Menurutnya, kelengkapan administrasi merupakan salah satu syarat penting dalam menentukan indikator kemajuan bagi KPP setempat agar kinerjanya dapat terarsip dan terarah.

“Kedepan dengan kelengkapan administrasi, kinerja KPP dapat lebih terarah dan terarsip sehingga apapun hasil kinerja sebelumnya dapat menjadi bahan evaluasi yang tertulis, ” tambahnya.

Bappelitbangda Sampang optimis, melalui potensi yang dimiliki, KPP Mulia Bersama dapat membawa nama baik Kabupaten Sampang ke tingkat Provinsi maupun Nasional.

“Besar harapan kami KPP Jelgung bisa ikut lomba tahun ini dan menang, dengan lengkapnya dokumen yg ada, bisa meraih penghargaan ditingkat Provinsi bahkan Nasional,” tutupnya. (rsa)