Membutuhkan Komitmen Tinggi Dari Semua Pihak, Upaya Mewujudkan Program Adiwiyata

SAMPANG – DISKOMINFO

Untuk mewujudkan keberhasilan Program Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur membutuhkan komitmen yang kuat dan gerakan secara masif. Hal itu terungkap dalam diskusi non formal Tim Adiwiyata Kabupaten Sampang pasca Bimbingan Tekhnis (Bimtek) hari kedua Persiapan Sekolah Adiwiyata Provinsi sabtu 15/2 di aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat. Menurut Imam Irawan ST MM Kabid Konservasi Rehabilitasi Lingkungan dan Pertamanan DLH sudah saatnya untuk merubah pola pendekatan Gerakan mewujudkan Program Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Sampang “Dari masukan yang ada ternyata untuk mewujudkannya di perlukan komitmen yang kuat dari semua pihak khususnya pihak Sekolah, dan melakukan gerakan secara masiv,”ujarnya sabtu 15/2. Pasalnya selama ini Sekolah Adiwiyata selalu di maknai sebagai bagian dari perlombaan yang hanya berorientasi kepada kwantitas serta target tertentu. Padahal prinsip dasar dari Sekolah Adiwiyata itu Partisipatif dan Berkelanjutan. Diungkapkan, membangun komitmen sama halnya dengan upaya membentuk karakter karena sebenarnya secara regulasi tanpa ada Program Sekolah Adiwiyata pun Lembaga maupun Sekolah wajib untuk menjalankan amanat Permendikbud nomor 64/2015 tentang Lingkungan Sekolah yang bersih, sehat dan bebas rokok. Kemudian ada Permen LHK nomor 52 tahun 2019 tentang Gerakan Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup berikut Surat Edarannya dan Permen LHK nomor 53 tahun 2019 tahun 2019. Selain itu Kebijakan lokal seperti Instruksi Bupati melalui Surat Edaran Dinas Pendidikan tentang mewajibkan Sekolah agar menjaga kebersihan di Lingkungan Sekolah masing masing, Bahkan dalam konteks itu Bupati Sampang akan melakukan pemantauan secara langsung. Namun selama ini perkuatan regulasi yang ada masih belum memaksimalkan terwujudnya Program Sekolah Adiwiyata di Kabupaten Sampang. Sehingga ke depan diperlukan komitmen yang kuat menciptakan paradigma baru bahwa Program tersebut untuk kepentingan Kabupaten Sampang bukan hanya untuk kepentingan Sekolah maupun salah satu Dinas terkait saja. Ditambahkan, saat ini Kabupaten Sampang hanya memiliki 3 Sekolah Adiwiyata Nasional yakni SMAN III Sampang, SMPN I Sampang dan SMPN VI Sampang, sedangkan untuk Sekolah Adiwiyata Mandiri SMAN I Torjun. Jumlah itu sangat jauh dari jumlah yang ada di Kabupaten/Kota yang lain. Tahun 2020 Kabupaten Sampang mengusulkan 12 Sekolah Adiwiyata Provinsi dan hanya 9 Sekolah yang terdaftar dan akan mengikuti penilaian. Sementara Anggota Tim Adiwiyata Provinsi dari unsur pemerhati Lingkungan Siswo Budi Utomo Asmaradewa mengungkapkan ada 4 komponen yang tidak terpisahkan dalam Program Sekolah Adiwiyata yaitu Kebijakan berwawasan, Pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, Kegiatan Lingkungan berbasis partisipatif serta Pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. 4 komponen tersebut terintegrasi kepada regulasi yang ada hingga berdampak positif terhadap peningkatan mutu. Adapun tujuan dari Program Adiwiyata adalah Mendukung pencapaian Standart Kompetensi/Kompetensi Dasar (KD) serta Standart Kompetensi Kelulusan (SKL) Pendidikan Dasar dan Menengah, Meningkatkan efisiensi penggunaan dana Operasional Sekolah melalui penghematan maupun pengurangan konsumsi sebagian sumber daya dan energi, Menciptakan kebersamaan warga Sekolah maupun masyarakat sekitar, Menjadikan tempat pembelajaran nilai nilai pemeliharaan dan pengelolaan lingkungan hidup yang benar serta Meningkatkan upaya perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup. Namun dalam prosesnya ada kendala yang menghantui prinsip dasar Sekolah Adiwiyata yang Partisipatif dan Berkelanjutan. Yakni jika terjadi perubahan kebijakan maupun regulasi serta pergantian Kepala Sekolah atau Guru yang mengelola Sekolah Adiwiyata. Oleh karenanya di perlukan komitmen kuat serta masif yang didukung oleh semua pihak khususnya Pemerintah Daerah. (D)