Mahasiswa ITS asal Sampang Raih Medali Perunggu Kompetisi Matematika Internasional

 

Alvian Alif Hidatullah asal Jalan Imam Bonjol Sampang.

SAMPANG – Alvian Alif Hidatullah salah satu Pemuda Kabupaten Sampang berhasil mengharumkan Kota Bahari di kancah Internasional. Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) baru saja meraih medali perunggu dalam ajang International Mathematic Competition (IMC) 2021 di Bulgaria, Sabtu (7/8/2021).

Pada ajang tersebut, Alvian merupakan salah satu delegasi dari Indonesia dalam olimpiade yang digelar secara daring. Delegasi Indonesia membawa pulang 15 medali yang terdiri dari tiga emas, enam perak, dan enam perunggu. Salah satu perunggu disumbangkan oleh alvian.

Pada awalnya, dirinya tidak pernah menyangka akan ikut dalam olimpiade hingga tingkat internasional sebab salah satu kesulitanny untuk memahami bahasa inggris namun hal itu tidak melunturkan semangatnya untuk mengejar olimpiade hingga tingkat internasional.

”Saat pengumuman ibu tidak tahu karena diumumkan sekitar jam 10. Alhamdulillah nama saya masuk penerima hadiah ketiga,”.

Diceritakan olehnya, Alvian terakhir mengikuti Kompetisi Nasional bidang Matematika dan IPA (KN-MIPA) Perguruan Tinggi pada 2020.

Disitu dia sudah beranggapan bahwa kompetisi tersebut menjadi yang terakhir sebab dalam ajang tahunan itu pria kelahiran 2 Oktober 1999 berhasil meraih medali perak yang artinya Alvian sudah berhasil mewujudkan keinginan almarhum bapaknya Sohibul Anam.

“Saat pengumuman dan mengetahui mendapatkan perunggu, saya teringat dengan almarhum bapak, pasti beliau senang melihat ini semua,” ujarnya.

Almarhum Sohibul Anam meninggal dunia dua tahun yang lalu yakni 2018 dan semasa hidupnya paling getol memberikan semangat kepada Alvian untuk mengikuti kompetisi bahkan sempat mengantarkan Alvian ke Surabaya untuk ikut seleksi kompetisi matematika.

Mahasiswa yang saat ini menempuh Semester 7 di ITS tersebut menjelaskan proses terpilihnya untuk mengikuti IMC 2021 karena sebelumnya telah meraih perak pada ajak KN MIPA 2020.

Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meminta Alvian dan 17 peraih lainnya untuk ikut olimpiade di Bulgaria tersebut.

”Tapi hanya 11 orang yang ikut termasuk saya. Ada juga tim Indonesia yang melalui jalur mandiri,” ujarnya.

Alvian mengaku kesulitan untuk mengerjakan soal IMC tersebut. Dari delapan soal dia hanya bisa mendapatkan poin 14. Empat soal dikerjakan pada hari pertama dan sisanya dilanjutkan keesokan harinya.

Dari sebanyak delapan soal, hanya ada satu soal yang berhasil di jawab sempurna dan satu soal mendapatkan nilai separuh. Dari total 591 peserta delegasi 54 negara tidak ada yang bisa menjawab delapan soal secara sempurna. Paling tinggi nilai peserta 70 yakni perwakilan dari Hungaria.

”Jadi setiap peringkat peserta itu ada nilainya. Misalnya nilai 10 sampai 20 mendapat hadiah ketiga dan seterusnya,” terangnya.

Saat ini, alvian bertekad untuk tetap belajar untuk mengembangkan kemampuannya namun hal tersebut bukan untuk mengikuti olimpiade karena kedepannya dia hanya berkeinginan untuk menyalurkan ilmu yang sudah dipelajari.

”Saat ini saya rutin mengisi di SMA 1 namun tetap belajar untuk menyalurkan pengalaman kepada adik-adik,” tuturnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Sampang Nor Alam saat menyambut hangat Alvian bersama Anggota DPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni mengaku akan menyiapkan beasiswa untuk menempuh pendidikan S2.

“Kami bangga dengan torehan prestasinya, semoga akan muncul Alvian selanjutnya bahwa Kabupaten Sampang juga memiliki potensi luar biasa,” tandasnya. (dhe)