Lestarikan Tradisi Leluhur, Komunitas MTD “Ter-ater Topak” ke Bupati Sampang

SAMPANG – Sebagai upaya melestarikan kebudayaan dan tradisi leluhur, Komunitas Madura Tempo Doeloe melakukan kegiatan “Ter Ater Topak” ke Bupati Sampang, Kamis (20/5/2021).

Pantauan di lapangan, Rombongan Komunitas Madura Tempoe Doeloe terlebih dahulu melakukan doa bersama di Pebabaran Trunojoyo kemudian berangkat bersama-sama menuju Pendopo Trunojoyo.

Disana, Rombongan Ter Ater disambut oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Istri Hj. Mimin Slamet Junaidi dan Plt. Kepala Disporabudpar Hj. Marnilem, Kabag Prokopim Agus Suryantono kemudian melakukan ramah tamah di Pringgitan Pendopo Trunojoyo.

Pengurus MTD Trunojoyo H. Daiman menyampaikan bahwa tradisi ter-ater topak sudah berlangsung sejak sebelum kemerdekaan.

Kegiatan tersebut biasanya digelar setiap tahun saat sepekan setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri namun tradisi tersebut sempat terkikis sehingga pihaknya berupaya untuk menghidupkan lagi.

”Sekarang (tradisi ter ater topak) kita perbarui lagi. Sebelum ke pendapa kita doa bersama di pebabaran Pangeran Trunojoyo,” ujarnya usai acara.

Menurutnya, ter-ater topak merupakan tradisi yang baik sebab hal itu bisa mempererat hubungan silaturrahmi antara masyarakat dengan raja atau pimpinan daerah.

Rombongan komunitas MTD pada kesempatan tersebut membawa tujuh jenis topak dan beberapa makanan lainnya yang memiliki arti bahwa hari raya idul fitri sudah melewati tujuh hari.

”Kami berharap masyarakat semakin kompak menjalin silaturahmi baik dengan sesame atau kepada raja. Yakni dengan melestarikan tradisi yang baik,” harapnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan tradisi ter ater topak mengandung banyak nilai positif karena selain mempererat silaturrahm juga mengajarkan untuk saling berbagi.

”Tentunya, kita mendukung tradisi-tradisi yang memiliki nilai-nilai positif. Ter ater topak perlu dilestarikan agar generasi selanjutnya juga tahu,” tandasnya. (dhe)