Kepala BKKBN RI Puji Capaian Penurunan Stunting di Kabupaten Sampang

Kepala BKKBN RI bersama jajaran Bupati, Wabup dan Sekdakab Sampang saat melakukan kunjungan kerja.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat dan Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiyawan menerima Kunjungan Kerja Kepala BKKBN Republik Indonesia Hasto Wardoyo bersama Deputi Adpin BKKBN dan jajarannya di Pendapa Trunojoyo, Senin (12/9/2022).

Turut hadir sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah terkait diantaranya Kepala Dinsos, Bappeda, Inspektorat, DPMD dan Dinkes.

Kunjungan Kepala BKKBN RI ke Kabupaten Sampang ini dalam rangka Konsolidasi Program Bangga Kencana dan Pelaksanaan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting sesuai dengan dengan instruksi Perpres No. 72 tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat mengungkapkan Pemerintah Daerah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani stunting, hal tersebut menjadi konsen pemerintah dalam upaya memajukan Kabupaten Sampang saat ini dan di masa mendatang.

“Dalam persoalan stunting, kita konsen melakukan upaya-upaya percepatan, stunting merupakan hal urgent bagi kami, utamanya untuk menyiapkan sumber daya manusia masa depan yang berkualitas untuk Kabupaten Sampang, ” ungkap H. Ab.

Konsen terhadap penanganan stunting beralasan, menurutnya anak-anak sebagai penerus bangsa harus memiliki modal nutrisi yang baik dan terhindar dari stunting sehingga mampu menjadi sumber daya manusia yang handal untuk membawa kemajuan-kemajuan Kabupaten Sampang di masa depan.

“Alhamdulillah, Angka stunting di Kabupaten Sampang ada penurunan signifikan, bahkan dapat digolongkan sangat baik dibandingkan sejumlah wilayah di Indonesia, tapi kami akan terus berkomitmen agar Sampang terbebas dari stunting, ” ujarnya dengan tegas.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengungkapkan pujiannya atas pencapaian Kabupaten Sampang dalam penanganan Stunting, pasalnya Sampang merupakan Kabupaten sengan angka stunting terminim se-Madura, bahkan berhasil menyamai angka stunting kota-kota terbaik secara nasional.

“Urutan sampang ini prestisius. Dibanding kabupaten lain di Madura Sampang paling baik, angkanya mencapai 17 persen. Angka penurunan stunting terminim secara nasional yakni kota DKI Jakarta, Bali dan Yogjakarta, dan Sampang ini capaiannya sama dengan Yogyakarta, ” ujarnya.

Tahun ini BKKBN mengalokasikan dana APBN kepada setiap daerah untuk penanganan stunting. Dana ini juga diberikan untuk Kabupaten Sampang dalam rangka mengoptimalkan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sampang.

“kami mengalokasikan dana untuk fisik 2022 kurang lebih 613 juta, non fisik 7,4 miliar. Pesan kami mohon penyerapan anggarannya dipercepat dan ketika ada kesulitan, kita atasi bersama,” tutupnya. (rsa)

Search