Inovasi Program “Bintang Bersinar Terang” Resmi Dilaunching

Launching Program Bintang Bersinar Terang oleh Ketua TP PKK Sampang.

SAMPANG – UPTD Puskesmas Banyuanyar Sampang menggelar Launching Inovasi Kesehatan “Bintang Bersinar Terang” di Pendopo Trunojoyo, Kamis (12/03/2020).

Turut hadir pada launching inovasi program tersebut diantaranya Ketua TP PKK Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Sampang Agus Mulyadi, Camat Sampang dan para lurah beserta Kepala Desa binaan Puskesmas Banyuanyar.

Kepala Puskesmas Banyuanyar Dr. Indah Nur Susanti menyampaikan jika program tersebut merupakan akronim dari “Ibu Hamil Ingat Amanah Tanggap Berperilaku Sehat Ingat Nutrisi Stimulasi Anak Raih Tujuan Generasi Emas Bangsa”.

Hal itu merupakan suatu inovasi untuk meminimalisir angka kematian bayi dan ibu dengan melakukan program dengan para Ibu Hamil dengan mengawal 1000 Hari Pertama Kehidupan.

Langkah konkritnya adalah dimana di masing-masing Desa yang merupakan wilayah binaan Puskesmas Banyuanyar nantinya akan dibentuk Pos Rumpi Manis.

Penyerahan simbolis Pos Rumpi Manis.

Disitulah nanti akan diadakan suatu kegiatan setiap bulannya untuk melakukan rumpi dengan bidan yang bermanfaat dan sharing ilmu baik pra maupun pasca kehamilan.

” Daripada ngerumpi tidak jelas kan lebih baik para Ibu Hamil bergabung di Pos Rumpi Manis bersama sama nanti akan dibentuk geng dengan tujuan perkumpulan itu membahas suatu yang positif untuk mencegah kematian ibu dan bayi,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyadi mengapresiasi suatu terobosan itu yang dirasa mampu menjawab problematika di tengah masyarakat.

Sebab saat ini per bulan nya ada sekitar 3-4 ibu dan bayi yang meninggal sehingga perlunya pemahaman suatu hal yang berdampak dengan kesehatan yang bersangkutan sangat dibutuhkan.

“Dengan hadirnya inovasi Bintang Bersinar Terang itu dengan Pos Rumpi Manis di setiap desa diharapkan mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi menegaskan jika kesehatan merupakan hal pokok yang penting untuk pembangunan Sumber Daya Manusia.

Untuk mewujudkan SDM yang sehat diperlukan upaya sistematis para pemangku kepentingan agar para ibu hamil dan anak yang melahirkan sehat.

Selain itu, pihaknya juga berupaya mengurangi angka stunting di wilayahnya yang merupakan suatu gangguan gagal tumbuh.

“Dengan adanya inovasi ini diharapkan berkelanjutan kedepan terus digalakkan di tingkat desa, saya akan menanti laporan perkembangan program ini,” tandasnya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama seluruh pihak dan lomba yel-yel bagi masing-masing kelurahan dan desa. (dhe)