Inovasi GHIPPA Tirta Jokotole Sampang, Manfaatkan Sumber Air Omben Untuk Produktivitas Pertanian dan Peternakan

Aliran Sumber Air di Kecamatan Omben.
(Foto : Diskominfo Sampang)

SAMPANG – Pemkab Sampang melakukan optimalisasi ketersediaan air bagi petani dengan menggandeng Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Gabungan Himpunan Petani Pemakai Air (GHIPPA) yang mempunyai peran penting sebagai corong peningkatan produktifitas pertanian dan peternakan.

Salah satu GHIPPA yang saat ini intens melakukan dan memberikan layanan kepada petani terkait dengan pengelolaan air irigasi tingkat petani dan pengelolaan sumber daya air lainnya yakni GHIPPA Tirta Jokotole yang menaungi wilayah Kecamatan Omben.

Kepala Bappelitbangda Sampang Ir. Hj. Umi Hanik Laila melalui Kepala Bidang Perekonomian Sumber Daya Alam Infrastruktur dan Kewilayahan Evi Hariati, ST menyampaikan bahwa HIPPA/GHIPPA memiliki peran sentral untuk mendukung meningkatkan produktifitas pertanian dan peternakan.

Pihaknya mengungkapkan bahwa Data Teknis Daerah Irigasi (D.I.) Sumber Omben memiliki Luas Areal Daerah Irigasi 350 Hektar Panjang Saluran Induk 0,57 Km, Panjang Saluran Sekunder 3,07 Km, Panjang Saluran Tersier 10,80 Km.

Adapun Baku Sawah (D.I.) Sumber Omben
Baku Sawah meliputi 5 desa (Desa Omben, Desa Temoran, Desa Meteng, Desa Sogiyan, dan Desa Gersempal) di Kecamatan Omben
Pola Tanam pada Daerah Irigasi berlaku Padi – Padi – Polowijo.

“HIPPA/GHIPPA merupakan salah satu organisasi atau kelompok tani desa yang dipercaya, dan berperan penting dalam pengelolaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan air irigasi,” ungkapnya.

GHIPPA Tirta Jokotole bertugas mengaliri air Sumber Omben ke lima desa diantaranya Desa Omben, Temoran, Gersempal, Meteng dan Sogian.

“GHIPPA Tirta Jokotole memiliki inovasi, saat ini mereka memiliki kelompok binaan di bidang budidaya jamur dan peternakan ayam, air dari Sumber Omben selain bermanfaat untuk sektor pertanian juga untuk kelangsungan usaha tersebut,” ujarnya.

Budidaya jamur di Kecamatan Omben.

Ketua GHIPPA Tirta Jokotole Achmad Umar Nieto mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya didirikan sejak Tahun 2012 dengan rukun memfasilitasi para petani di wilayahnya.

“Dengan adanya GHIPPA dan HIPPA di lima desa diharapkan para petani tidak berebut air dan kami tekankan untuk berinovasi dengan sumber air yang melimpah ini,” harapnya.

Sementara itu, Owner Kampoeng Jamur Abd. Hakki merasakan manfaat adanya GHIPPA/HIPPA sehingga sumber air di Kecamatan Omben bermanfaat untuk kelancaran usahanya.

“Jamur membutuhkan tempat yang lembab sehingga air yang mengalir dari Sumber Omben kami manfatkan untuk budidaya sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (dhe)

Search