Ikrar Tajul Muluk Beserta Pengikut Disambut Baik Tokoh Agama dan Masyarakat Sampang

SAMPANG – Rencana kembalinya Ali Murtadho atau Tajul Muluk dan pengikut ke Ahlussunnah wal jama’ah mendapatkan respon positif dari berbagai kalangan dan tokoh agama.

Seperti halnya yang diungkap oleh KH. Ahsan Jamal Tokoh Agama asal Desa Bluuran Kecamatan Karang Penang menyampaikan bahwa ikrar yang akan dilakukan Tajul Muluk beserta pengikutnya dari aliran Syiah ke Aswaja.

Rois Syuriah MWC NU Karang penang itu menyambut gembira kembalinya Tajul Muluk CS kepada aliran yang benar yakni Ahlussunah Wal Jamaah.

“Kita sudah mendengar kabar itu sudah lama, ikrar yang dilakukan Tajul Muluk Cs diijinkan oleh para ulama karena ini juga menjadi harapan dari masyarakat,” ucapnya, Rabu (04/11/2020).

Kedepan pihaknya bersama tokoh lainnya akan terus memantau bagaimana pengikutnya bersama Tajuk Muluk setelah dibaiat.

“Kita optimis dan berkeyakinan penuh tidak mempunyai kecurigaan akan kembalinya saudara kita ke aliran yang benar,” ungkapnya.

Dikutip dari Radar X, Hal senada disampaikan juga oleh Ketua Majelis Wakil Cabang – Nahdlatul Ulama (MWC-NU) Kecamatan Omben KH. Muzayyanul A’mal bahwa memberikan atensi atas kesadaran yang dibangun oleh Tajul Muluk dan pengikutnya dalam tekadnya untuk kembali ke Ahlusunnah wal jamaah.

Selain itu, ikrar yang akan dilakukan juga merupakan suatu kebahagian tersendiri bagi warga Nahdliyin, karena Tajul Muluk seorang kiai dan masih ikatan family dengan para tokoh-tokoh dan ulama’ di Kecamatan Omben.

Ikrar yang akan dilakukan oleh Tajul Muluk beserta pengikutnya akan dilakukan di Pendopo Trunojoyo hari ini Kamis (05/11/2020).

Sementara itu, Tajul Muluk menyampaikan jika keinginannya untuk kembali ke paham sunni atas inisitifnya sendiri tak ada tekanan dari siapapun karena merupakan hasil renungan dan pencarian kebenaran sejak dua tahun terakhir.

Selama berada di tempat pengungsian Tajul merasakan ada gejolak pertentangan dalam hatinya oleh sebab itu, pihaknya terus mencari petunjuk kebenaran yang diinginkan. Diantaranya dengan membaca kitab dan mendengarkan ceramah di internet sebagai referensi.

”Sejak dua tahun lalu saya mulai menemukan sumber kebenaran yang saya cari, saya siap dibaiai dan secara hukum sekalipun saya juga siap mempertanggungjawabkan jika saya dianggap taqiyah atau berdusta,” tegasnya.

Usai berikrar, Tajul Muluk dan pengikutnya diagendakan akan kembali ke tempat pengungsian Rusunawa Jemundo di Kabupaten Sidoarjo. (dhe)