Hj. Mimin Slamet Junaidi Dikukuhkan Sebagai Bunda GenRe Kabupaten Sampang

Bunda GenRe Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi didampingi Kepala Dinkes KB Kabupaten Sampang Agus Mulyadi.

SAMPANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi dikukuhkan sebagai Bunda Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten setempat oleh BKKBN Provinsi Jawa Timur (Jatim), Selasa (9/3/2021).

Pengukuhan Bunda Genre itu dilaksanakan di Pendopo Trunojoyo yang dilakukan secara virtual saat Rakornis bertemakan Pemantapan Program Bangga Kencana di Masa Pandemi oleh Ketua TP PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin, Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd.

Selain itu turut hadir pula Ketua IBI Provinsi Jawa Timur, Lestari, SST., S.H., M.kes., dan Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto diwakili Aster Kasdam V/Brawijaya, Kolonel Infantri Ahmad Basuki, SIP.,

Arumi Bachsin sebagai Bunda GenRe Jawa Timur dalam kesempatan tersebut juga mengukuhkan Ketua TP PKK kabupaten/ kota seluruh Jatim sebagai bunda GenRe Kabupaten/Kota secara virtual.

Ketua TP PKK Kabupaten Sampang Hj. Mimin Slamet Junaidi mengaku bangga setelah dikukuhkan sebagai Bunda GenRe di Kota Bahari Masa Bakti 2021-2024.

Tugas tersebut menurutnya harus diemban dengan baik bagaimana membuat semangat remaja berencana agar tercipta remaja yang bergenerasi emas.

“Ini penghargaan mulia yang disertai tugas berat karena yang kita urus adalah satu masa kehidupan yang masuk pada periode yang sangat rawan di masa remaja,” ucapnya.

Di Kabupaten Sampang, kultur sosial remaja menurutnya sangat religius terlebih lagi banyak yang dipondokkan dan mayoritas ketika keluar dari pondok akan menikah.

“Langkah awal kita setelah dikukuhkan sebagai Bunda GenRe akan terjun langsung ke bawah bersama remaja Kabupaten Sampang untuk menyiapkan generasi unggul,” ungkapnya.

Haji Mimin juga berpesan kepada remaja Kabupaten Sampang untuk menghindari pergaulan yang negatif seperti halnya menjauhi narkoba, obat-obatan terlarang dan sejenisnya.

Selain itu, untuk menyiapkan generasi unggul dan terhindar dari stunting, pihaknya juga mengimbau para remaja untuk mengindari pernikahan dini.

“Salah satu faktor terjadinya stunting karena pernikahan usia dini, sehingga kami berpesan kepada masyarakat muda mudi ideal nikah perempuan minimal umur 21 tahun dan pria minimal berumur 25 tahun,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten Sampang Agus Mulyadi menyampaikan bahwa Program Bangga Kencana bertujuan untuk mengarahkan agar keluarga mempunyai rencana berkeluarga, punya anak, pendidikan dan sebagainya sehingga akan terbentuk keluarga-keluarga berkualitas

“Program yang luar biasa bagaimana percepatan pembangunan pemberdayaan masyarakat dimulai dari unit terkecil yakni di keluarga,” ujarnya.

Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Jawa Timur, Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd pada saat membuka Rakornis yang bertema Pemantapan Program Bangga Kencana di Masa Pandemi mengucapkan selamat kepada Ketua TP PKK kabupaten/kota yang baru saja dinobatkan sebagai Bunda GenRe Kabupaten/Kota.

“Remaja memang harus menjadi prioritas program apapun, khususnya program Bangga Kencana. Hal ini karena beberapa hal, yaitu Populasi remaja sangat besar (50% dari jumlah penduduk saat ini adalah generasi millennial dan zilenial dan 50% nya adalah penduduk usia 10-24 tahun/remaja). Artinya 1 dari 4 penduduk Indonesia adalah Remaja,” urai pak Teguh.

Pak Teguh menerangkan kehidupan remaja saat ini (Kespro) membutuhkan bimbingan. “Perwujudan Keluarga Berkualitas sangat tergantung dari kualitas kehidupan diusia remaja. Dan menyongsong Bonus Demografi yang puncaknya akan kita alami pada tahun 2030, apakah merupakan peluang atau bencana, itupun sangat ditentukan oleh kualitas remaja saat ini,” terang beliau.

Pak Teguh menerangkan bahwa dalam Rakornis yang diselenggarakan hari ini Percepatan penurunan Stunting menjadi tema utama, karena  isu stunting merupakan tantangan terbesar dalam mewujudkan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (dhe)