Hari Ketiga, Bupati Sampang Buka Musrenbang RKPD 2022 Kecamatan Kedungdung

Musrenbang RKPD di Kecamatan Kedungdung.

SAMPANG – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2022 hari ketiga digelar di Kecamatan Kedungdung, Rabu, (10/2/2021).

Tema Sentral yang dibahas pada dalam Musrenbang di Kedungdung itu “Peningkatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dalam mendukung Pemantapan Pemulihan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat”

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi, Wbakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Sekdakab Yuliadi Setiawan, Anggota DPRD Sampang Dapil III Alan Kaisan dan Moh. Iqbal Fathoni, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Kedungdung, Kepala Desa dan Toga serta Tomas setempat.

Camat Kedungdung Sulhan dalam laporannya menyampaikan bahwa ada beberapa sektor yang menjadi usulan dari Pemerintah Desa.

Diantaranya berkaitan dengan pembangunan jalan penghubung, sarana pendidikan dan kesehatan.

Kemudian berkaitan dengan Waduk Klampis untuk kebutuhan irigasi, pihaknya menyampaikan jika keberadaannya belum optimal.

Faktor penyebab kemacetan Pasar Kedungdung menurutnya karena para pedagang ketika hari pasaran berjualan di bahu jalan.

“Untuk memaksimalkan pelayanan, seluruh desa mengajukan mobil siaga yang akan difungsikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, permasalahan air bersih yang menjadi momok ketika musim kemarau menurutnya akan dicarikan solusi agar dirasakan oleh masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan bahwa pada tahun sebelumnya Kecamatan Kedungdung mendapatkan kucuran dana pembangunan tertinggi daripada kecamatan lainnya.

Pihaknya juga berusaha mencarikan sumber dana selain dari APBD untuk membangun jalan penghubung Kedungdung – Bringkoning.

“Kami berusaha mencari sumber anggaran lain seperti program BPWS, DBHCT dan sebagainya untuk pembangunan, mohon maaf jika program kami di 2020 ada yang tidak terlaksana karena anggaran kita kena recoufusing akibat Pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Pemerintah Daerah berkomitmen akan hadir di tengah masyarakat memberikan program yang bermanfaat.

Berkaitan dengan program air bersih, Waduk Klampis menurutnya telah masuk dalam program pada pelaksanaan Perpres 80 Tahun 2019 sebesar 35 miliar.

“Namun karena terkena recoufusing gagal terlaksana program normalisasi Waduk Klampis, kedepan hal itu bisa menjadi solusi karena akan dilakukan treatment untuk mengubah ke air bersih,” ucapnya.

Program lainnya yang akan dilakukan yaitu penerangan jalan umum di Jalan Penghubung Moktesareh – Tambelangan karena ketika malam hari di daerah tersebut gelap.

“Jalan Moktesareh – Menuju Tambelangan akan dipasang Penerangan Jalan Umum, kemudian akan dirampungkan Jalan Penghubung Kedungdung menuju Bringkoning termasuk masalah suplai air bersih kita carikan solusi melalui treatment di Waduk Klampis,” tutupnya. (dhe)