Hadiri Peringatan HUT Kabar Madura ke 10, Aba Ab Launching Buku Potret Bisnis Pesantren

Aba Ab saat melaunching Buku Potret Bisnis Pesantren.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat menghadiri Workshop Kewirausahaan & Launching Buku Potret Bisnis Pesantren di Madura di Gedung PKPRI Trunojoyo Sampang, Selasa (28/6/2022).

Kegiatan tersebut dihadiri Direktur Poltera, Direktur HIPSI, Forkopimda, Ketua dan Anggota DPRD Sampang, Kemenag Sampang, peserta OPOP Jatim, Asosiasi Wartawan, organisasi kemahasiswaan, LSM, dan para pengasuh pesantren.

Direktur Utama Kabar Madura Khairul Anak menyampaikan bahwa saat bulan Ramadan 2022, terjadi diskusi dinamis di rapat mingguan Kabar Madura. Itu berkaitan dengan fakta masih banyaknya alumni pesantren yang terjerat pengangguran.

Kemudian disepakati rubrik baru yang khusus terbit sebulan penuh selama bulan Ramadan dengan reportase secara serius berkaitan dengan inkubasi bisnis pesantren.

“Seratus pesantren lebih diliput. Muaranya, hasil liputan tersebut kami peras menjadi 68 pesantren yang kini terabadikan di dalam buku Potret Bisnis Pesantren di Madura,” ungkapnya.

Selama ini, pihaknya memiliki perhatian serius terhadap partisipasi publik. Grand issu inkubasi bisnis pesantren menjadi perhatian Kabar Madurq, karena lulusan pesantren di Madura sangat banyak.

“Jangan-jangan pesantren berperan besar dalam mencetak pengangguran. Karena itu, Kabar Madura merasa terpanggil untuk turut terlibat mengikis potensi pengangguran tersebut,” tegasnya.

“Madura yang dikenal sebagai lumbung pesantren, jangan sampai menjadi pencetak pengangguran. Kewirausahaan di tingkat santri ini harus dibina. Jarang ada santri yang dipersiapkan dalam mengelola pertanian dan peternakan, bisnis jasa dan sejenisnya,” urainya.

Bahkan terdapat beberapa kasus, kalau tidak menjadi ustad, alumni sebatas diorbitkan sebagai pengelola koperasi pesantren yang berbentuk toko modern.

Atas hal itu, Kabar Madura berikhtiar untuk menggugah pesantren mempersiapkan santrinya untuk mandiri dalam hal kewirausahaan. Sebab, tidak sedikit santri sekeluarnya dari pesantren bingung mau bagaimana.

“Grand issu yang dibangun Kabar Madura selama ini disambut baik oleh stakesholder. Di Pamekasan, lahir Santri Agripreneur berupa fasilitasi-fasilitasi kewirausahaan, di Sumenep kemudian muncul kebijakan Kewirausahaan Santri dengan pelatihan-pelatihan, tinggal di Sampang ini dalam wujud kebijakan apa,” ujar alumnus Pascasarjana IAIN Madura tersebut.

Dalam mendorong partisipasi publik berkenaan dengan inkubasi bisnis pesantren, kami berupaya mendayung dua pulau terlampaui. Selain menghadirkan rubrik inkubasi bisnis pesantren, kami juga terlibat dalam penguatan literasi dengan mencetak sebuah buku Potret Bisnis Pesantren di Madura,” ungkapnya.

Buku tersebut mengurai empat bagian utuh: potensi pertanian dan peternakan; geliat koperasi dan UMKM pesantren; ikhtiar melahirkan santripreneur; dan bisnis jasa di pesantren menuju kemandirian ekonomi.

Sementara itu, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat menyampaikan bahwa sinergi Pemerintah Daerah dengan Harian Pagi Kabar Madura terjalin dengan baik.

Di Hari Ulang Tahun ke 10, pria yang akrab disapa Aba Ab berharap Harian Pagi Kabar Madura terus maju, lebih eksis dan semakin dicintai oleh masyarakat.

Di Kabupaten Sampang menurutnya sudah banyak pesantren yang mandiri bahkan juga memiliki toko modern serta beberapa unit usaha.

Pihaknya juga mengapresiasi niatan Harian Pagi Kabar Madura bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menumbuhkan jiwa interpreunership di tengah pesantren.

“Santri juga dihadapkan mampu melihat peluang yang ada menjadi pengusaha dengan mengurangi angka pengangguran, kegiatan ini sangat luar biasa sekali,” pungkasnya. (dhe)

Search