Giliran Posko Covid-19 di Pangarengan dan Sreseh Ditinjau Bupati dan Wabup

Bupati Sampang bersama Forkopimda ketika meninjau Posko Covid-19 di Pangarengan.
(Lukman/Protokoler)

SAMPANG – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda Kabupaten Sampang betul-betul kerja ekstra dalam hal menangani pencegahan Covid-19.

Setelah dua hari melakukan safari di delapan kecamatan, di hari yang ketiga kemudian melanjutkan peninjauan Posko Covid-19 di Kecamatan Pangarengan dan Sreseh, Rabu (08/04/2020).

Ikut dalam rombongan diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi ditemani Wakilnya H. Abdullah Hidayat, Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo, S.I.K, Dandim 0828/ Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum SE M.Si.

Perjalanan diawali ke arah selatan di Kecamatan Pangarengan, setibanya disana rombongan disambut hangat oleh Forkopimcam mulai dari Camat, Kapolsek, Danramilpos serta Keoala Puskesmas setempat.

Peninjauan Posko Covid-19 di Sreseh.
(Lukman/Protokoler)

Kehadiran Forkopimda ke beberapa kecamatan itu untuk memastikan posko Covid-19 yang berada di kecamatan berlangsung dengan baik dan melayani masyarakat dengan prima.

Tak hanya itu, diharapkan juga dilakukan pendataan dan monitoring secara gamblang oleh petugas sehingga pergerakan para pendatang dari luar daerah ke Sampang bisa dipantau kesehatannya supaya mencegah menyebarnya Virus Covid-19.

Usai melakukan peninjauan di Pangarengan, rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke wilayah paling barat Kecamatan Sreseh yang untuk mencapai sana harus melewati Bangkalan.

Walaupun menjelang dini hari namun semangat Forkopimda Kabupaten Sampang tak pernah surut terbukti ketika sampai di Puskesmas Sreseh, mereka masih terfokus dan berdialog bersama para Forkopimcam setempat dengan serius.

“Kita ingin datanya betul-betul akurat, jangan sampai para pendatang ini ada yang tidak termonitor, setelah dilakukan pendataan kemudian selalu dikontrol kesehatan mereka,” pesan Bupati Sampang kepada petugas medis di Sreseh.

Menurutnya, jika ada data Orang Dalam Resiko (ODR) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang sudah melewati masa 14 hari namun kondisinya sudah sehat perlunya data yang ada saat ini di update.

“Jika ada yang ODR atau ODP namun mereka sudah melewati masa 14 hari dan sembuh agar di-update datanya, kordinasi terus yang intens dengan para Kades supaya jika ada masyarakat yang datang dari luar daerah agar dilakukan screening,” ucapnya.

Dirinya juga mengimbau kepada petugas medis untuk intens mensosialisasikan gerakan Sampang Bermasker yang semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 yang telah diketahui bersama hingga saat ini Kabupaten Sampang masih berada di Zona Hijau. (dhe)