Forkopimda Hingga Kepala Dinas di Sampang Tandatangani Komitmen Anti Korupsi

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat melakukan penandatanganan komitmen anti korupsi.

SAMPANG – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sampang menggelar penandatanganan komitmen bersama melawan korupsi di Aula Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Kamis (10/12/2020).

Penandatanganan komitmen tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Anti Korupsi Se Dunia (Hakordia) Tahun 2020 yang diikuti oleh Forkopimda, Kepala Dinas, Kepala Bagian di lingkungan Pemkab dan para Camat di Kabupaten Sampang.

Forkopimda Sampang usai melakukan penandatanganan komitmen bersama.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Ketua DPRD Sampang Fadol, Kapolres Sampang yang diwakili Wakapolres Kompol Rizky Tri Putra E.A.W, S.IK. MH, Dandim 0828/Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum SE M.S, Kajari Sampang Maskur, S.H., M.H. Kepala PN yang diwakili dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang

Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan menyampaikan bahwa pada peringatan Hari Anti Korupsi Se Dunia pihaknya telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan.

Diantara kegiatan yang dilakukan diantaranya pelaksana penandatanganan komitmen bersama, sosialisasi melalui pemasangan spanduk di seluruh Organisasi Perangkat Daerah dan Video Teleconference pencegahan korupsi.

Para Kepala Dinas, Kepala Bagian dan Camat turut serta melakukan komitmen bersama anti korupsi.

Di tempat yang sama, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi bahwa Korupsi merupakan hal yang sangat jahat sehingga perlunya penyatuan persepsi bersama untuk memerangi hal tersebut.

“Kita akan selalu melakukan perbaikan dan evaluasi demi terwujudnya Sampang yang Anti Korupsi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kajari Sampang Maskur, S.H., M.H mendukung penuh komitmen bersama untuk memerangi korupsi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Sampang.

Pihaknya menegaskan bahwa tidak segan-segan akan menindak pelaku korupsi jika hal itu terjadi di Kabupaten Sampang.

“Banyak modus korupsi yang biasa dilakukan diantara lainnya penyuapan, penggelapan, gratifikasi, pengurangan spek pada proyek-proyek pembangunan dan banyak lainnya,” ungkap Maskur.

Dari kesemua macam korupsi, pihaknya berpesan agar jangan sampai menyentuh salah satunya karena akan berakibat buruk untuk segala sektor.

“Banyak diantara kita yang sering melakukan gratifikasi, karena memberikan hal itu dianggap lumrah namun juga banyak kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) dengan modus gratifikasi, kita harap di Sampang tak ada kasus seperti itu” tandasnya. (dhe)