Fasilitasi Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, Bentuk Komitmen Bupati Sampang Tingkatkan Kedaulatan Pangan Daerah

Pembukaan sekolah lapang cuaca bagi nelayan di Sampang.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan Provinsi Jawa Timur yang digelar oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya di Pendapa Trunojoyo, Rabu (26/10/2022).

Turut serta hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiyawan, Forkopimda Sampang, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Koordinator BMKG Provinsi Jawa Timur, sejumlah Kepala Stasiun Klimatologi, Geofisika dan Meteorologi se-Jatim dan Pimpinan OPD se-Kabupaten Sampang.

Penyuluhan ini diberikan kepada sejumlah Ketua Kelompok Nelayan dan Kepala Nelayan di Kabupaten Sampang dengan tujuan Mewujudkan Nelayan dengan Hasil Tangkapan Meningkat dan Aman Berbasis Info Cuaca.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi sangat menyambut baik upaya edukasi yang dilakukan BMKG kepada Nelayan di Kabupaten Sampang, pasalnya masyarakat Sampang banyak yang berprofesi sebagai nelayan, menurutnya hal ini akan bermanfaat bagi warganya.

“Dari 14 kecamatan di Sampang, ada 8 kecamatan bersentuhan langsung dengan pesisir dan sebagian profesinya sebagai nelayan, insyaAllah ini akan bermanfaat bagi mereka, ” ujarnya.

Ia berharap hasil sekolah ini dapat meningkatkan hasil tangkapan nelayan di Sampang dan memperkuat kedaulatan pangan daerah.

“Ini komitmen saya untuk Sampang, dari awal saya ingin memajukan seluruh sektor termasuk perikanan, diharapkan seluruh elemen terlibat untuk terlibat membantu kabupaten sampang. Semoga dengan ilmu yang diberikan dapat membantu nelayan kita lebih efektif dalam mencari ikan dan memperkuat kedaulatan pangan daerah, ” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Badan Meteorologi Guswanto, M. Si. mengungkapkan rasa terimakasih terhadap Bupati Sampang karena telah memfasilitasi kegiatan sekolah lapang cuaca nelayan tersebut.

“Terimakasih, bapak luar biasa. Saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin yang energik seperti pak Bupati, memberikan kami kesempatan untuk berkolaborasi membantu nelayan di Sampang, ” ungkapnya.

Pada kegiatan tersebut Ia menmperkenalkan sebuah aplikasi yang membantu nelayan dengan mengkolaborasikan ilmu pengetahuan dan kearifan lokal dalam penangkapan ikan, dengan melihat titik berkumpul ikan, iklim dan cuaca, dan kebutuhan logistik.

“Sejak tahun 2020, cuaca tidak menentu. Hitungan konvensional sudah tidak relevan lagi, maka kami buat aplikasi ini untuk membantu kedaulatan pangan nasional, Nelayan akan tahu jalur laut mana yang aman dan tempat dimana ikan berkumpul, berapa besar logistik serta berapa banyak bahan bakar yang harus disediakan, “tambahnya.

Keberadaan aplikasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil tangkapan dan membuat biaya operasional nelayan Sampang dapat lebih efektif. (rsa)

 

Search