Ditengah Himpitan Perang dan Pandemi, Sekjen Kemendagri Ajak Pimpinan Daerah Lakukan Terobosan

Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiyawan bersama Forkopimda saat mengikuti Vidcon.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiyawan bersama Forkopimda Kabupaten Sampang menghadiri Acara Puncak Peringatan ke- XXVI Hari Otonomi Daerah Tahun 2022 secara daring di Pendapa Trunojoyo, Senin (25/4/2022).

Acara yang turut dihadiri sejumlah Kepala Daerah se-Indonesia tersebut mengangkat tema Semangat Otonomi Daerah untuk l mewujudkan ASN yang Proaktif Dan Berakhlak Dengan Membangun Sinergi Pusat Dan Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Sekretaris Jendral Kemendagri Suhajar Diantoro menyampaikan bahwa perayaan yang rutin dilaksakan setiap 25 April ini bertujuan untuk mengingatkan kembali atas komitmen dalam mewujudkan pelayanan terbaik bagi masyarakat dengan membangun sinergitas pusat dan daerah.

Dalam pidatonya ia menyinggung kembali tentang esensi dari diterapkannya Otonomi Daerah di Indonesia yang telah direalisasikan sejak tahun 2002.

“Esensi dari ditetapkannya otda, tujuannya mendelegasikan sebagian kewenangan atau urusan pemerintahannya untuk mencapai kebangkitan fiskal dan pemerataan pembangunan di daerah-daerah, ” ungkapnya.

Menurutnya ditetapkannya Otda di NKRI yang memiliki dampak besar bagi perkembangan kemajuan Indonesia, meski masih belum mencapai target yang diharapkan.

“Otonomi daerah terbukti memberikan dampak positif ditandai dengan IPM, PAD dan Pemerataan Pembangunan Daerah namun belum mencapai target yang diharapkan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi daerah-daerah yang telah berhasil meningkatkan pad dan fiskalnya agar dapat dimanfaatkan dengan optimal untuk kesejahteraan rakyat.

Namun meski demikian masih terdapat sejumlah daerah yang belum mencapai target IPM dan PAD yang diharapkan sehingga ia mengajak Kepala Daerah yanh masih tertinggal untuk menunjukkan kemampuan leadershipnya dalam melakukan terobosan.

“Kepada daerah-daerah yang belum mencapai target, diharapkan kedepannya penyusunan APBD dapat efektif dan efisien serta mampu melakukan terobosan dan inovasi yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah, “tegasnya.

Ia juga menegaskan ditengah pandemi yang masih belum berakhir ini membutuhkan gebrakan pimpinan daerah untuk kembali membangkitkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, menurutnya saat ini banyak negara yang juga kesulitan karena terhimpit pandemi dan dampak perang Rusia-Ukraina.

“Ekonomi Indonesia harus kembali bangkit ditengah pandemi, ditambah lagi himpitan perang Ukraina-Rusia yang mau tidak mau berdampak pada Pola rantai supply and demand Dunia, khususnya pada rantai pangan dan energi kini di berbagai negara sudah terjadi inflasi, kepala daerah harus proaktif meninjau harga-harga pangan di daerah Melalui satgas pangan,” tutupnya. (rsa)