Deklarasi BEMSA, Sekdakab Ajak Mahasiswa Bersinergi Meningkatkan IPM Sampang

Sekdakab H. Yuliadi Setiyawan saat memberikan sambutan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiyawan membuka kegiatan Deklarasi Badan Eksekutif Mahasiswa se Kabupaten Sampang (BEMSA) & Diskusi Publik di Pendapa Trunojoyo, Rabu (30/3/2022).

Diskusi yang mengusung tema “Membangun Sampang Melalui Pendidikan Menuju Milenial Tangguh” dihadiri Forkopimda bersama Presiden Mahasiswa dari berbagai Universitas, Organisasi Kepemudaan di Kabupaten Sampang.

Koordinator BEMSA Ali Topan mengungkapkan bahwa dibentuknya organisasi ini merupakan salah satu wujud partisipasi pemuda daerah dalam berkontribusi untuk daerahnya.

“Eksistensi mahasiswa harus diakui publik, kita memang mendorong untuk mendukung perubahan baik, utamanya pendidikan di Kabupaten Sampang, ” ujarnya.

Berbeda dari organisasi kemahasiswaan lainnya, ia mengklaim bahwa BEMSA dibentuk sebagai respon positif untuk kemajuan Kabupaten Sampang.

“Terbentuknya BEMSA ini dibentuk dengan respon positif, mendorong dan berfikir tentang kemajuan Sampang untuk tahun 2023 bahkan tahun-tahun mendatang, kami bergerak untuk berkontribusi dan tidak akan melakukan aksi-aksi demonstrasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiyawan menyampaikan bahwa keberadaan organisasi pemuda sangat penting dalam hal peran masa depan pembangunan Kabupaten Sampang.

“Pemuda ini nantinya akan menggantikan kita semuanya, menjadi pemimpin masa depan, khususnya berjuang membawa Kabupaten Sampang lebih cemerlang dimasa mendatang, ” ujarnya.

Aba Wawan mengajak para mahasiswa untuk terus mengembangkan keilmuannya dan diterapkan ditengah masyarakat untuk membantu salah satu prioritasnya yaitu pembangunan Kabupaten Sampang melalui sektor pendidikan.

“Silahkan adik-adik secara formal menimba ilmu agar bisa mengupgrade kapasitas dan kompetensi masing-masing dan mari bersinergi meningkatkan IPM kita, karena pendidikan menjadi prioritas utama kami, hal ini sesuai dengan apa yg sudah digariskan di APBN,” tandasnya

Menurutnya, sejak kepemimpinan Aba Idi dan Aba Ab, percepatan Indeks Pembangunan Manusia di Kabupaten Sampang mengalami perubahan tertinggi di Jawa Timur, namun meski demikian belum mencapai target yang diharapkan.

“Sejak kepemimpinan Aba Idi dan Aba Ab, akselerasi IPM Kabupaten Sampang tertinggi se-Jawa Timur. Kita sudah kebut begitu namun masih harus bekerja lebih keras lagi, tegasnya.

Persoalan tersebut membuatnya berharap mahasiswa dapat membantu menyadarkan masyarakat Kabupaten Sampang untuk menjalankan wajib belajar 9 tahun melalui kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

“Kami mohon masyarakat kami yg ada di pelosok dan desa untuk dibantu dan didorong agar mau melanjutkan ke tingkatan sekolah lanjutan, dari SD ke SMP kemudian SMA hingga kuliah, kita sudah menjamin pendidikan SD-SMA, tidak perlu dikhawatirkan,” tutupnya. (rsa)