Cegah PMK, Pemkab Sampang Tunggu SE Kementan Untuk Penggunaan Eartag Saat Transaksi Sapi di Pasar Hewan

Suasana salah satu pasar hewan di Sampang.

SAMPANG – Dalam perdagangan sapi di pasar hewan Kabupaten Sampang, Madura bakal lebih diperketat oleh pemerintah daerah guna memerangi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (18/10/2022).

Adapun caranya, sapi yang diperdagangkan wajib menggunakan Eartag sebagai pembuktian bahwa sapi dalam kondisi sehat, alias tak terjangkit PMK.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan-KP) Sampang, Suyono mengatakan bahwa kebijakan tersebut kini dalam tahap menunggu Surat Edaran (SE) dari Kementerian Pertanian RI.

Dalam realisasinya, bakal mengandalkan Satuan Tugas (Satgas) didalamnya terdapat sejumlah unsur, mulai dari TNI/Polri, Dinas Perhubungan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, dan Satpol PP.

“Misalkan nanti SE sudah diedarkan kita tetap akan melaksanakan aturan yang ada, ini demi masyarakat karena saat penyebaran PMK tinggi seperti kemarin dapat menghentikan roda perekonomian, pasar sepi dan harga sapi menjadi turun drastis, ” katanya.

Ia menambahkan, pada dasarnya kedepan sapi di Indonesia terutama Kabupaten Sampang harus bebas dari PMK melalui cara sapi harus divaksin serta pemantauan pasca menerima vaksin.

Maka dari itu, pemasangan Eartag harus dilakukan sebab tertera barkode dan di dalamnya berisi data pemilik sapi hingga jenis, termasuk data sapi telah menerima vaksin berapa kali juga akan tertera.

Sedangkan, sejauh ini realisasi pemasangan Eartag sudah menyasar sekitar 500 sapi tersebar di 14 kecamatan se Sampang.

“Pemasangan Eartag akan terus berjalan, seperti di Kecamatan Banyuates kemarin, ada pedagang yang datang ke kita saat di pasar, iya memberitahu jika sapinya telah divaksin sehingga kami langsung memasangkan Eartag,” ucap Suyono.

Di samping itu, pihaknya akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat atas pemasangan Eartag ini, terlebih dalam hal ini pedagang atau pemilik sapi tidak akan dikenakan biasanya sepeserpun.

“Semuanya gratis, mulai pemberian vaksin hingga pemasangan Eartag, jadi bila ada warga yang membutuhkan segera menghubungi Puskeswan atau langsung ke Dispertan-KP,” pungkasnya. (red)

Search