Bupati Sampang Serahkan SK Pengangkatan 425 PPPK

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat saat menyerahkan SK PPPK.

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) kepada 425 orang hasil seleksi Tahun 2019 di Halaman Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jum’at (5/3/2021).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang H. Yuliadi Setiawan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ratusan PPPK yang diberikan SK.

Plt. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sampang Arif Lukman Hidayat menyampaikan bahwa proses tahapan seleksi PPPK dimulai sejak Bulan Februari Tahun 2019.

Kemudian proses penetapan nomor induk dari BKN dilakukan di Bulan Januari Tahun 2021 kepada formasi Tenaga Kesehatan, Pendidikan dan Penyuluh Pertanian.

“Ada sebanyak 425 orang yang diberikan petikan SK, jangka waktu perjanjian kinerja selama lima tahun,” ungkapnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat memberikan sambutan.

Dalam sambutannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan ucapan selamat kepada 425 penerima SK PPPK atas jerih payah perjuangannya.

Penyerahan SK PPPK yang berlangsung lama menurutnya dikarenakan ada proses panjang supaya tidak menabrak regulasi.

“Kami memahami bahwa hingga sampai ke titik ini merupakan perjuangan yang panjang,” ucapnya.

Haji Slamet Junaidi bercerita bahwa penerima SK PPPK rata-rata telah mengabdi puluhan tahun dengan gaji yang kurang layak seperti halnya yang terjadi pada tenaga pendidikan dan kesehatan.

“Tadi diceritakan bahwa ada yang lima tahun lagi pensiun, bahkan juga ada yang dua tahun yang akan datang pensiun, bisa dibuktikan bahwa mereka telah mengabdi puluhan tahun untuk Kabupaten Sampang, inilah kehadiran Pemerintah untuk mereka,” ungkapnya.

Pihaknya menekankan kepada PPPK yang telah diberikan SK bekerja dengan sepenuh hati dan meniatkan ibadah.

“Pesan saya, jangan sampai ketika berstatus PPPK malah semakin tidak semangat, namun harus bisa dijadikan motivasi untuk peningkatan kinerja yang lebih baik,” tandasnya. (dhe)