Bupati Sampang Serahkan Bantuan Paket Budidaya Ikan Kepada 18 Kelompok

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyerahkan bantuan paket budidaya ikan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyerahkan Bantuan Paket Budidaya Ikan kepada 18 Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) di Pendopo Trunojoyo, Selasa (12/10/2021).

Pada kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang H. Yuliadi Setiawan, Kepala Bappelitbangda Sampang Ir Hj. Umi Hanik Laila, Kepala Dinas Perikanan Wahyu Prihartono.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Perikanan melaporkan terdapat 18 kelompok yang tersebar di 6 kecamatan.

Ia menerangkan bahwa sebelum menerima bantuan, pokdakan terlebih dahulu diberikan pembinaan dan bimtek agar semakin produktif.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi ketika memberikan sambutan.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Sementara itu, Bupati Sampang mengungkapkan bahwa bantuan ini patut disyukuri bersama dan dimaksimalkan penggunaannya oleh Pokdakan penerima karena ditengah wabah yang menyerang banyak sektor, bantuan ini diharapkan bermanfaat bagi banyak pihak.

“Pandemi yang melanda saat ini mengganggu banyak sektor, utamanya dibidang perekonomian. Saya harap adanya bantuan ini sepatutnya kita syukuri bersama dan dapat dimaksimalkan oleh kelompok budidaya ikan sehingga membangkitkan perekonomian kita,” harapnya.

Bupati yang akrab dipanghil Haji Idi ini berpesan kepada Kepala Dinas Perikanan agar pemberian bantuan budidaya perikanan tahun-tahun kedepannya dapat lebih merata demi pemerataan kesejahteraan masyarakat.

“Saya berharap Kelompok penerima setiap tahunnya berubah sehingga ada pemerataan untuk sektor budidaya ikan, ini penting untuk terciptanya pemerataan secara ekonomi, ” tandasnys.

Penerima bantuan perikanan ini menurutnya perlu dilakukan evaluasi, hal ini berkaitan dengan capaian kebermanfaatan bantuan yang telah diberikan sehingga Pokdakan dapat mandiri dan pemerataan kesejahteraan dibidang perikanan dapat terjadi.

“Kalau tiap tahun minta terus berarti budidaya konsumtif, maka perlu ada evaluasi lagi dan hindari dana hibah kepada kelompok konsumtif agar Pokdakan bisa mandiri,” pungkasnya. (rsa/dhe)