Bupati Sampang Sebut Guru Merupakan Tonggak Terdepan Dunia Pendidikan

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat memberikan sambutan.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang melalui Dinas Pendidikan setempat menggelar workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) pembuatan video dan game pembelajaran untuk taman kanak-kanak di Aula Hotel Bahagia, Kamis (25/3/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Plt. Kepala Dinas Pendidikan H. Nor Alam, Ketua PGRI Sampang, para Kepala Sekolah dan Guru PAUD serta Taman Kanak-Kanak di Kabupaten Sampang.

Plt. Kadisdik Sampang Nor Alam mengungkapkan jika sebenarnya Bapak Bupati berkeinginan untuk bertemu seluruh para guru di Kabupaten Sampang namun karena Pandemi Covid-19 sehingga tidak bisa terealisasi.

“Di 2020 Pak Bupati menyampaikan kepada saya bahwa ingin memberikan motivasi dan semangat kepada para guru namun karena sampai saat ini belum usai Pandemi sehingga belum bisa dilaksanakan,” ucapnya.

Keinginan untuk bertemu para guru tersebut diungkapkan bahwasanya karena guru merupakan tonggak pendidikan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Sampang.

Nor Alam berharap para guru yang mengikuti PKB dapat menyimak materi dari narasumber dengan baik agar pembelajaran semakin meningkat dengan adanya materi video dan game pembelajaran bagi para siswa PAUD dan TK.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengapresiasi Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi para guru agar kualitas mutu pendidikan di Kota Bahari meningkat.

“Kegiatan ini sangat penting, kalau perlu nantinya berjenjang untuk guru SD dan SMP juga mengingat mereka merupakan tonggak bagi dunia pendidikan di Kabupaten Sampang,” ungkapnya.

Diungkap oleh H. Slamet Junaidi bahwa IPM Kabupaten Sampang masih terendah se Jawa Timur walaupun di tahun terakhir mengalami peningkatan beberapa persen.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan IPM Kabupaten Sampang rendah salah satunya sistem belajar mengajar, namun pihaknya meyakini para guru memiliki semangat untuk mengajar pakai hati.

Pada pemerintahannya, pihaknya melarang mutasi guru ke luar daerah agar Kabupaten Sampang tidak kekurangan guru yang PNS karena jika tenaga Guru Tidak Tetap atau Sukarelawan tentu akan kurang maksimal.

“Saya melihat banyak orang luar mendaftar PNS di Sampang namun ketika diterima malah kabur ke daerah asalnya, hal demikian kami larang saat ini,” tegasnya.

Selain itu, Pemerintah Daerah akan memfasilitasi siswa siswi kurang mampu yang berprestasi dengan beasiswa dengan jenjang mulai SD hingga ke S3.

“Kita akan bentuk yayasan beasiswa guna menjaring siswa siswi kurang mampu yang berprestasi agar tidak putus sekolah, mereka harus kita rangkul,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sampang juga memberikan penghargaan kepada guru yang Altis sebagai penulis dan memberikan penghargaan kepada siswa yang merupakan hafidz Al-Qur’an. (dhe)