Bupati Sampang Rilis Kronologi Satu Warga yang Positif Covid-19

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi ketika press release dihadapan awak media.

SAMPANG – Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan kronologi pasien berinisial A asal Kelurahan Rongtengah Kecamatan Sampang Kota yang telah dinyatakan positif Covid-19 setelah dilakukan Tes SWAB PCR di Pendopo Trunojoyo, Rabu (13/05/2020).

Ketika melakukan press release, dirinya ditemani oleh Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Kapolres Sampang AKBP Didit BWS, S.I.K, Dandim 0828/Sampang Letkol Arm Mulya Yaser Kalsum SE M.Si, Kajari Sampang Maskur, S.H., M.H, Ketua DPRD Kabupaten Sampang Fadol dan Sekdakab Yuliadi Setiawan.

Bupati H. Slamet Junaidi selaku Ketua Satgas Covid-19 di Kabupaten Sampang menyampaikan jika pria berinisial A tersebut sebelum dinyatakan positif, sebelumnya sempat melakukan pernikahan pada 5 April 2020.

Pada saat itu ada tamu keluarganya yang datang dari beberapa wilayah seperti Pontianak, Surabaya dan Bangkalan ketika hajatan pernikahan A.

Bahkan ada beberapa dari mereka yang sempat menginap beberapa hari saat itu di kediaman A.

Selang beberapa waktu kemudian pada 24 April 2020 yang bersangkutan melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit karena memiliki gejala sakit tenggorokan dan indera penciumannya hilang kemudian dilakukan rapid test.

Hasil rapid test yang dilakukan kepada pria berinisial A tersebut menunjukkan ada reaktif yang kemudian bersangkutan diisolasi ke Balai Latihan Kerja (BLK).

Pada saat 30 April 2020 kemudian yang bersangkutan dilakukan test SWAB PCR di Surabaya namun karena antrian yang sangat banyak untuk melakukan test baru keluar hasilnya pada kemarin sore, Selasa (12/05/2020).

“Antrian untuk melakukan Test SWAB PCR sangat banyak sehingga hasilnya baru keluar sekitar dua minggu,” ungkapnya.

Dirinya mengimbau kepada masyarakat Sampang untuk tetap tenang dan waspada serta menjalankan imbauan Pemerintah untuk bersama-sama melakukan pencegahan Covid-19.

“Virus Covid-19 ini ada dua cara penyebarannya yang pertama virus itu dijemput dan yang kedua diantar, yang terjadi pada pasien A ini beliau diantar oleh orang yang datang dari zona merah,” tambahnya.

Pernyataan itu kemudian dijelaskan juga oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) bahwasanya pasien yang berinisial A itu sempat pulang ke rumahnya dua hari karena memaksa dari pihak keluarga.

Hal itu karena yang bersangkutan kesehatannya membaik namun di satu sisi hasil test SWAB PCR yang dilakukan selang dua minggu itu belum keluar

Menurut Agus, jika menyesuaikan SOP seharusnya harus menunggu hasil Test SWAB PCR namun karena kondisi membaik dan sehat, faktor itu yang kemudian memperbolehkan pulang dengan isolasi mandiri yang masih terpantau oleh pihak Satgas dan dengan catatan juga pihak keluarga membuat pernyataan jika hasil test menunjukkan positif maka akan kembali diisolasi.

“Hasil Test SWAB PCR yang menunjukkan positif sampelnya diambil dua minggu yang lalu, saat ini kondisinya semakin membaik dan kemudian diambil sampel kembali untuk di tes SWAB CPR agar mengetahui sudah negatif atau belum,” jelasnya.

Di akhir, menurut Kepala Dinkes itu seseorang bisa dinyatakan bersih dari virus Covid-19 setelah dilakukan test SWAB PCR sebanyak dua kali menunjukkan hasil negatif nantinya.

Dari hasil tracing kepada keluarga pria Inisial A itu ada sebanyak 30 orang yang memiliki kontak erat dengan yang bersangkutan sehingga dilakukan rapid test dan ada satu keponakan yang reaktif.

“Hanya keponakan A setelah dilakukan rapid test menunjukkan hasil reaktif sehingga lebih lanjut dilakukan pemeriksaan SWAB PCR,” pungkasnya. (dhe)