Bupati Sampang Resmikan Mal Pelayanan Publik

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi didampingi Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat memotong pita peresmian MPP.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang meresmikan Mal Pelayanan Publik (MPP) sebagai upaya mempermudah layanan publik yang berlokasi di Jl. KH Wachid Hasyim (Eks Kantor Disporabudpar), Senin (29/11/2021).

Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Forkopimda Sampang, Sekdakab Sampang H. Yuliadi Setiawan, Tokoh Agama serta Masyarakat dan Kepala OPD.

Kepala DPMPTSP Naker Ir Majid Syamroni menyampaikan bahwa ada 10 Layanan di Mal Pelayanan Publik Kabupaten Sampang diantaranya Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sampang, Kantor Pelayanan, Penyuluhan, dan Konsultasi Perpajakan Kabupaten Sampang, Kantor Samsat Kabupaten Sampang, Kantor BPD Jatim Cabang Sampang.

Kemudian BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sampang, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sampang, Bank Sampang dan DPMPTSP dan Naker Kabupaten Sampang.

Adapun Pembentukan MPP dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas Pelayanan Publik sehingga menjadi semakin cepat, mudah, dan transparan.

“Tujuan dibentuknya MPP diantaranya mengintegrasikan berbagai layanan instansi pusat dan daerah dalam satu lokasi gedung yang sama dan Menyederhanakan persyaratan, prosedur, dan sistem serta meningkatkan komitmen, kerja sama, dan sinergi antara para penyelenggara layanan dalam rangka penyediaan, pemanfaatan, dan pengembangan layanan publik,” ungkapnya.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat memberikan keterangan kepada awak media.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya keberadaan Mal Pelayanan Publik agar manfaatnya dirasakan oleh masyarakat banyak.

Rencana pembangunan Mal Pelayanan Publik menurutnya sudah dicanangkan sejak awal dirinya dilantik namun karena di Tahun 2020 terkena dampak recoufusing Pandemi Covid-19 sehingga bisa direalisasikan di Tahun 2021.

“Dengan adanya Mal Pelayanan Publik semua bentuk pelayanan menjadi satu pintu dan terintegrasi sehingga memudahkan masyarakat,” ucapnya.

Pihaknya mewanti kepada petugas agar tidak ada keluhan dari masyarakat perihal pengurusan perijinan atau sejenisnya yang dipersulit.

“Dari awal kami dilantik berkomitmen agar menjadi pelayan masyarakat, semoga Mal Pelayanan Publik ini bisa bermanfaat dan tentunya kedepan akan dikembangkan agar sektor layanan lainnya bisa diakomodir berada disini,” pungkasnya. (dhe)