Bupati Sampang Jawab Berbagai Keluhan Masyarakat Saat Safari Ramadhan di Sokobanah

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menyampaikan sambutan.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang kembali melanjutkan program Safari Ramadhan di Masjid Baitul Amal Dusun Nongkesan Desa Tamberu Daya Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang, Kamis (29/4/2021).

Turut hadir pada kesempatan tersebut diantaranya Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Forkopimda, Forkopimcam Sokobanah, Kepala Desa se Kecamatan Sokobanah serta Tokoh Agama dan Masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sampang juga membawa rombongan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah mendengarkan keluhan serta usulan masyarakat. Sebab, program pemerintah direalisasikan melalui OPD teknis.

Santunan anak yatim dilakukan oleh Bupati Sampang H. Slamet Junaidi dan Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat.

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan permohonan maaf karena Safari Ramadhan di Tahun 2020 tidak digelar sebab kondisi Pandemi Covid-19.

Namun tahun ini pihaknya sengaja tetap menggelar Safari Ramadhan karena ingin bertatap muka dan menjaring aspirasi masyarakat.

“Saya ingin hadir ke masyarakat dan berdiskusi apa yang menjadi masalah di Sampang itu menjadi atensi kami,” harapnya.

Pihaknya mengaku senang beryemu dengan masyarakat Sokobanah dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun Sampang.

Menjawab aspirasi masyarakat, pihaknya juga menegaskan bahwa jalan poros Kabupaten menjadi fokus pembangunannya agar terjadi konekting antar kecamatan yang selama ini masih lumpuh.

“Misalnya poros tengah, dari Tobai Timur Sokobanah menuju Gunung Rancak Robatal, kita betonisasi tahun ini agar terjadi pertukaran komoditi,” ungkapnya.

Pihaknya juga mengimbau seluruh pihak untuk menghilangkan ego sektoral agar selalu merawat program yang telah direalisasikan agar tidak selalu mengalami kerusakan.

Menjawab permasalahan pupuk subsidi, Kabupaten Sampang menurutnya saat ini mendapatkan kuota terbanyak dari pemerintah pusat oleh sebab itu pihaknya mendorong fungsi pengawasan kepala desa dan masyarakat agar tidak ada oknum yang bermain. (dhe)