Bupati Pimpin Pemberian Remisi 154 Narapidana di Rutan Sampang

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi ditemani Wabup Sampang H. Abdullah Hidayat saat menyerahkan secaa simbolis remisi kepada para narapidana.

SAMPANG – Usai mengikuti upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75 secara virtual, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi memimpin Pemberian Remisi di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II B Kabupaten Sampang, Senin (17/08/2020).

Sebanyak 154 Narapidana binaan rutan mendapat remisi atau pemotongan masa tahanan pada peringatan HUT Kemerdekaan RI kali ini.

Pemberian remisi langsung diserahkan oleh Bupati Sampang H Slamet Junaidi (17/8) usai upacara peringatan HUT RI. Dari 154 napi tersebut, 10 diantaranya penerima remisi langsung bebas atau asimilasi di rumah.

Ke 154 narapidana ini terdiri dari narapidana yang sudah menjalani hukuman bahkan rata-rata remisi diberikan mulai dari 1 hingga 5 bulan. Adapun tahanan yang dinyatakan bebas, sebanyak 10 orang. Keputusan tersebut sesuai Kep. Menkumham RI No. PAS – 992.PK.01.01.02 tahun 2020.

Pemberian remisi tersebut disaksikan langsung Bupati Sampang H Slamet Junaidi, selaku Inspektur Upacara pemberian remisi. Dalam sambutannya, pihaknya menyatakan pemberian remisi kepada warga binaan bukan semata merupakan suatu hal yang didapatkan dengan mudah dan bukan pula merupakan bentuk kelonggaran agar Napi segera bebas. Namun, pemberian remisi merupakan bentuk tanggung jawab untuk terus menerus memenuhi kewajiban untuk ikut dalam pelaksanaan program pembinaan.

Di samping itu pemberian remisi dimaksudkan untuk mengurangi dampak negatif dari tempat pelaksanaan pidana serta dapat menjadi stimulan dalam menghadapi era saat ini, serta menekan tingkat frustrasi sehingga dapat meminimalisir gangguan keamanan dan ketertiban di Lapas.

“Kontroversi pemberian remisi masih terjadi dikarenakan masih sedikitnya pandangan masyarakat yang melihat pemidanaan dalam rutan, belum adanya komitmen nyata dari jajaran Pemasyarakatan untuk melakukan pembenahan terhadap berbagai masalah yang dihadapi,” ucapnya.

Sedikitnya 10 orang yang langsung mendapatkan asimilasi di rumah. Yakni Feri Irawan bin Kamid, Fidayat bin Mujehri, Sudariyanto al Yayan, Yudi Adi P bin Sudarwanto (Perlindungan anak), Andre Bin Mastur, Mudasir Bin Padla, Rahmat Riyadi Bin Sulaiman, Zainul Alwi bin H Eko Sunarto, Supardi bin Matdehri (Narkotika) dan Abdulloh bin Dikan (Pencurian).

Untuk diketahui, saat ini Rutan kelas II B dihuni sebanyak 300 an tahanan narapidana yang didominasi tahanan kasus narkoba. Setelah upacara remisi selesai, Bupati Sampang H Slamet Junaidi mengaku bersyukur bahwa di Rutan Sampang tidak ada peredaran narkoba, lainnya di Indonesia. (bm/dhe)