Bupati dan Wabup Panen Raya Padi Organik di Desa Bancelok Jrengik

Bupati dan Wabup Sampang menaiki kendaraan untuk memanen padi secara otomatis.
(Foto : Prokopim Pemkab)

SAMPANG – Bupati H. Slamet Junaidi bersama Wakil Bupati H. Abdullah Hidayat melakukan Panen Raya Padi Organik di Desa Bancelok, Kecamatan Jrengik, Sabtu (4/6/2021).

Turut hadir pula dalam kegiatan panen raya tersebut diantaranya Kapolres Sampang AKBP Abdul Hafidz, S.I.K, Forkopimda Sampang, Anggota DPRD Sampang Alan Kaisan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Jrengik, Kepala Desa Bancelok. Tokoh Agama dan Masyarakat.

Kepala Desa Bancelok Moh. Taufiqurrahman menyampaikan apresiasinya kepada Bupati dan Wakil Bupati Sampang dan diungkapkan bahwa panen raya tersebut terselenggara berkat kerjasama seluruh pihak.

“Setelah 10 tahun tidak pernah panen untuk kedua kalinya alhamdulilah saat ini masyarakat Bancelok sukses melakukan panen padi yang kedua,” ungkapnya.

Permasalahan yang ada di Desa Bancelok menurutnya adalah air sebab aliran dari Waduk Klampis belum berfungsi optimal.

Pihaknya berharap ada pengeboran air yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Sampang agar bisa mengaliri lahan sawah sebab 90 persen masyarakat di Bancelok merupakan petani.

“Tak lupa juga kami sampaikan bahwa berkat bimbingan Sinergi Madura yang telaten akhirnya bisa menggunakan pupuk organik dan bisa sukses sampai ke masa panen kedua,” ucapnya.

Taufiqurrahman juga mengusulkan kepada Bupati Sampang agar sungai yang berada di Dusun Klampis Bancelok akan dijadikan sebagai sarana wisata pemancingan sekaligus penampungan air yang dikelola oleh BUMDes.

Forkopimda Kabupaten Sampang bersama Camat Jrengik dan Kades Bancelok kompak saat panen raya padi organik.
(Foto : Prokopim Pemkab)

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi mengapresiasi atas inovasi yang dilakukan oleh Kepala Desa Bancelok yang berusaha keluar dari zona kemiskinan melalui sektor pertanian.

Pihaknya juga ingin melakukan swasembada pangan oleh sebab itu kedepan juga program tersebut harus ditiru oleh Kepala Desa lainnya.

“Hal seperti ini harus dijadikan motivasi bagi para Kepala Desa lainnya agar melakukan suatu inovasi, sinergi antar Kades juga harus dilakukan agar nanti di satu kecamatan bisa melakukan swasembada pangan,” ucapnya.

Pihak juga telah bertemu dengan Dirut PT Petrokimia Gresik untuk membicarakan kuota pupuk subsidi di Kabupaten Sampang, bahkan menurutnya tahun ini terbanyak se Madura.

Namun pada faktanya di lapangan masih ada oknum yang bermain sehingga ada jatah pupuk bersubsidi milik petani yang tidak sampai kepada penerima.

Masalah pengairan, pihaknya mengaku akan melakukan normalisasi waduk Klampis dengan anggaran APBN 35 miliar yang anggarannya sudah tertuang pada Perpres 80 Tahun 2020.

“Saya ingin ada normalisasi jalur sekunder, sumber air hulu di Bendungan Klampis, sekali lagi kami Pemerintah Daerah mengapresiasi apa yang dilakukan Kepala Desa Bancelok apalagi jenis padinya bermacam-macam termasuk ada salah satunya yang cocok bagi penderita Diabetes,” pungkasnya. (dhe)