Buka Musrenbang RKPD 2022 Kecamatan Torjun, Bupati Harapkan Desa Mandiri Dan Maju

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi saat menyampaikan sambutan.

SAMPANG – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Sampang Tahun 2022 hari kedua digelar di Kecamatan Torjun, Selasa, (9/2/2021).

Tema Sentral yang dibahas pada dalam Musrenbang di Torjun itu “Peningkatan dan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur dalam mendukung Pemantapan Pemulihan Ekonomi Menuju Sampang Hebat Bermartabat”

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati H. Slamet Junaidi, Wbakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat, Sekdakab Yuliadi Setiawan, Anggota DPRD Sampang Dapil I Iwan Efendi, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimcam Torjun, Kepala Desa dan Toga serta Tomas setempat.

Musrenbang RKPD 2022 di Kecamatan Torjun.

Camat Torjun Lutfi Maliki dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Musrenbangcam untuk membahas dan menyepakati hasil Musrenbang di tingkat desa.

Adapun tujuan lainnya yakni untuk menyelaraskan program baik dari sektor pembangunan, perekonomian dan sebagainya yang akan dilakukan di tahun 2022.

Menurutnya, ada permasalahan mendasar dari sektor pertanian yang selama ini belum terpecahkan sebab Waduk Klampis belum bisa mengaliri air ke desa Bringin Nonggal, Kara dan Kanjar dan Torjun.

Akibat dari hal tersebut akhirnya para petani hanya bisa bercocok tanam selama satu kali pada musim penghujan saja.

“Permasalahan tersebut kita berharap dapat terpecahkan bersama dan semoga Bapak Bupati mencarikan solusi agar para petani di beberapa Desa bisa bercocok tanam dua kali,” ungkapnya.

Terlepas dari itu ada beberapa jalan poros penghubung beberapa desa yang perlu diperbaiki agar sesuai dengan tema Musrenbang kali ini yakni pemerataan pembangunan.

Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan jika dirinya ingin mendengar langsung usulan dan keluhan masyarakat dari bawah.

Dari pembahasan perencanaan tersebut nantinya akan terus berlanjut di jenjang Kabupaten untuk penyelarasan program.

Pihaknya menyampaikan jika ada beberapa program yang terkendala di tahun 2020 akibat Pandemi Covid-19 yang berimbas pada recoufusing anggaran.

Banyak sektor infrastruktur dan pariwisata yang menjadi fokus dalam pemerintahannya di tahun kedua menuju tahun ketiga agar dilakukan perencanaan dan realisasinya berjalan dengan baik.

Pihaknya berharap usulan program dari Desa dan Kecamatan berdasarkan skala prioritas sehingga tidak akan ada program yang tak bermanfaat untuk masyarakat.

“Kita tekankan bahwa program yang dianggarkan tidak ada akal-akalan dan memiliki nilai manfaat untuk masyarakat di Kecamatan Torjun,” ungkapnya.

Pihaknya juga menekankan kepada Kepala Desa untuk membangun Desa Mandiri dan Produktif agar tidak selalu bersifat Konsumtif.

“Untuk menuju Desa Mandiri perlu pengembangan potensi yang ada di masing-masing Desa agar bisa menghasilkan Pendapatan Asli Daerah dan mengurangi angka pengangguran,” ujarnya.

Menanggapi keluhan petani berkaitan dengan irigasi, pihaknya menyampaikan bahwa sudah ada anggaran sebesar 35 miliar pasca Perpres 80 No 2019 untuk normalisasi Waduk Klampis.

“Permasalahan irigasi sudah kita ajukan anggaran 35 Miliar melalui APBN untuk normalisasi Waduk Klampis dengan harapan para petani di Torjun bisa teraliri air untuk menambah musim masa cocok tanam, kemudian kita akan kembangkan Wisata Kampung Belanda di Desa Krampon,” tandasnya. (dhe)