BPBD Sampang Akan Lakukan Droping Bantuan Air Bersih ke Desa Terdampak Kekeringan

Droping bantuan air bersih.

SAMPANG – Beberapa hari ini intensitas hujan di Kabupaten Sampang, Madura mulai tinggi, sehingga dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana kekeringan, Kamis (6/10/2022).

Namun, kondisi tersebut tidak membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang membatalkan program bantuan droping air bersih ke desa kering kritis akibat bencana kekeringan.

Sebab, pengajuan anggaran bantuan droping air ke Pemprov Jatim sebelumnya telah mendapatkan lampu hijau senilai Rp. 30 juta.

Kepala Pelaksana BPBD Sampang Asroni melalui Kasi Kedaruratan dan Logistik Mohammad Imam mengatakan bahwa sebelumnya Pemprov Jatim telah memonitor sejumlah desa terdampak kekeringan di Kota Bahari.

Alhasil, Pemprov Jatim telah menentukan anggaran bantuan droping air bersih yang akan diberikan kepada BPBD Sampang.

“Nominalnya Rp 30 juta dan saat ini masih tahap menunggu pencairan dana dari Pemprov Jatim,” katanya.

Meski dana tersebut meleset dari pengajuan anggaran sebelumnya Rp 400 juta, pihaknya tidak patah semangat untuk melakukan droping air bersih ke desa terdampak kekeringan.

Pihaknya kini tengah melakukan pendataan ulang, alias menyeleksi 63 desa terdampak kekeringan untuk mencari desa berstatus darurat.

“Jadi dari anggaran yang ada, kami menentukan desa yang benar-benar membutuhkan air untuk mendapatkan bantuan droping air ini,” terangnya.

Adapun, realisasi bantuan tersebut kini masih belum bisa dipastikan akan dilakukan kapan, yang jelas jika anggaran Rp 30 juta dari Pemprov Jatim cair akan segera dilakukan.

“Sekarang masih tahap menunggu pencairan,” pungkasnya.

Search